Ilustrasi vape/AFP.
Ilustrasi vape/AFP.

SNI dan Regulasi Diyakini Mengoptimalkan Potensi HPTL

Ekonomi bea dan cukai Kementerian Perindustrian cukai tembakau rokok elektrik Industri Hasil Tembakau
M Sholahadhin Azhar • 21 September 2021 15:40
Jakarta: Perumusan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan regulasi terkait diyakini mengoptimalkan potensi produk hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL), khususnya e-liquid. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Edy Sutopo menyebut standar dan regulasi tengah dirumuskan.
 
“Penyusunan SNI itu dilakukan oleh Komite Teknis (Komtek) yang ditunjuk Badan Standarisasi Nasional (BSN). Anggota Komtek itu terdiri atas berbagai unsur yang mewakili produsen, konsumen, pemerintah dan pakar, serta praktisi,” kata Edy, Senin, 20 September 2021.
 
Baca: Cukai Vape Dinilai Perlu Ditinjau Ulang

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, perumusan itu dilakukan setelah menyelesaikan standarisasi produk tembakau yang dipanaskan pada awal 2021. Di sisi lain, CEO NCIG Indonesia Roy Lefrans menyebut regulasi terkait harus lebih proporsional, untuk mendorong pengembangan industri vape.
 
"Perlu regulasi yang tepat agar memberikan kesempatan bagi investor luar negeri untuk semakin yakin melakukan investasinya ke sektor HPTL Indonesia. Salah satunya adalah dengan mengatur terpisah regulasi HPTL dari regulasi rokok," ungkap Roy.
 
Dia mengkritik penetapan cukai produk vape kategori sistem tertutup yang dinilai terlampau tinggi. Menurut Roy, Peraturan Kementerian Keuangan Nomor 198/PMK.010/2020 mengatur cukai sistem tertutup 11 kali lipat lebih tinggi dibanding cukai sistem terbuka.
 
Menurut Roy, ketika cukai produk vape dirumuskan, belum ada produsen yang masuk Indonesia. Sehingga, belum ada produsen vape sistem tertutup ikut memberi masukan dalam perumusan kebijakan.
 
Padahal, kata Roy, vape sistem tertutup memiliki potensi domestik dan membuka kesempatan produksi untuk ekspor. Sebab, produk tersebut mulai diadopsi negara maju, seperti New Zealand dan Amerika, sebagai produk alternatif tembakau.
 
“Kita berharap agar cukai untuk closed system mulai diatur spesifik per cartridge dengan besaran cukai yang lebih memungkinkan kita, untuk punya ruang gerak bertumbuh,” kata Roy.
 
(ADN)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif