Menteri Koordinator  bidang Kemaritiman dan investasi Luhut Binsar Pandjaitan  - - Foto: dok Kemenko Marves
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan investasi Luhut Binsar Pandjaitan - - Foto: dok Kemenko Marves

Teknologi Pabrik Vaksin di Pulogadung Secanggih Pfizer, Simak Penjelasan Luhut

Ekonomi Luhut Pandjaitan vaksin covid-19 Indonesia pusat produksi vaksin Pfizer Vaksin mRNA
Antara • 08 September 2021 18:36
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengeklaim pabrik vaksin milik PT Etana Biotechnologies Indonesia di Pulogadung, Jakarta Timur, memiliki teknologi serupa dengan vaksin Pfizer.
 
"Kemarin, saya mengunjungi satu calon pabrik vaksin yang sekarang berdiri di Pulogadung. Itu teknologi yang paling baru, mRNA, itu yang dibikin Pfizer. Sekarang kita 'curi' teknologi itu, kerja sama dengan pihak lain," katanya, Rabu, 8 September 2021.
 
Etana Biotechnologies Indonesia berencana untuk memproduksi vaksin covid-19 mRNA dengan menggandeng Walvax Biotechnology, perusahaan asal Tiongkok. Perusahaan itu terlibat dalam riset, pengembangan, produksi, dan dan distribusi vaksin, monoclonal antibodi, dan produk darah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Luhut, Etana sudah siap memproduksi vaksin serta mendapat acungan jempol dari Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito. Rencananya, vaksin Etana akan mulai diproduksi pada Juni-Juli 2022 dengan total produksi mencapai 30 juta dosis pada tahap awal.

 
"Sekarang prosesnya jalan. Kita lihat nanti dia refilling bulan 12 (Desember). Kalau dapat emergency use authorization, nanti bisa mulai produksi tahun depan pada Juni-Juli. Itu akan 30 juta dosis tahap pertama dan 70 juta dosis kemudian," katanya.
 
Tidak hanya mendukung produksi vaksin Etana, Luhut mengatakan pemerintah juga mendorong terus pengembangan Vaksin Merah Putih. Namun, ia menekankan, transfer teknologi dibutuhkan untuk bisa menciptakan lompatan besar agar Indonesia bisa maju.
 
"Siapa saja kawan kita yang mau teknologi transfer, kita ambil, supaya apa, supaya kita bisa leapfrog. Sementara, sambil kita curi teknologinya, kita belajar teknologinya kemudian kita lakukan loncatan," katanya.
 
Luhut menuturkan dukungan untuk perusahaan tersebut memproduksi vaksin di dalam negeri merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap produk dalam negeri.
 
Ia pun memastikan keberpihakan pemerintah akan diberikan tidak hanya untuk produk dalam negeri dengan teknologi tinggi, tapi juga yang bukan teknologi tinggi, termasuk kepada pelaku UMKM.
 
"Produk dalam negeri, yang high tech, juga yang bukan high tech itu semua harus jalan bersama UMKM juga harus jadi bagian dalam produk dalam negeri," pungkasnya.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif