Salah seorang petani, Lasiyo, menuturkan, alsintan mampu meningkatkan produksi, nilai tambah, dan kesejahteraan petani. Jika dibandingkan dengan cara tradisional, pengolahan lahan bisa memakan waktu berhari-hari.
“Saya membajak sawah menggunakan alsintan jenis hand traktor yang bisa digunakan di tanah basah atau kering. Ini merupakan upaya percepatan pengolahan lahan, sehingga dapat membantu mempercepat proses tanam,” kata Lasiyo, dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Juli 2021.
Pemanfaatan alsintan oleh petani tidak lepas dari dukungan satgas TMMD reguler 111 Kodim 0718/Pati. Dalam kesempatan itu, Serda Subakir mengatakan membantu petani membajak sawah merupakan salah satu upaya khusus pendampingan TNI.
Dalam hal ini mendukung program pemerintah mensukseskan swasembada pangan.
“Warga desa disini sudah banyak yang menggarap sawah ladang mereka menggunakan Alsintan, baik memiliki alat sendiri atau melalui UPJA," kata Serda Subakir.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, modernisasi pertanian melalui penerapan mekanisasi pertanian sudah tidak bisa dihindari.
"Era industri 4.0 telah masuk hingga ke pertanian. Era ini ditandai dengan pemanfaatan teknologi, serta mekanisasi untuk sektor pertanian. Petani kita tidak boleh tertinggal dan harus memanfaatkan mekanisasi dalam bertani. Termasuk memanfaatkan alsintan," kata Syahrul.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil, memperkuat pernyataan itu.
"Dengan memanfaatkan alsintan, produktivitas pertanian pun dapat kita genjot. Karena alsintan memiliki kemampuan untuk mengurangi losses. Sehingga hasil yang didapat petani menjadi lebih maksimal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News