Menparekraf Wishnutama Kusubandio FOTO: Dok Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf
Menparekraf Wishnutama Kusubandio FOTO: Dok Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf

Kemenparekraf Dukung Pelaku Kreatif dan UMKM Bangkit Kembali

Ekonomi Virus Korona ekonomi kreatif UMKM adira dinamika multifinance Kemenparekraf
Angga Bratadharma • 27 Agustus 2020 15:15
Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf) membenarkan pandemi covid-19 telah memberikan dampak negatif terhadap banyak sektor termasuk sektor ekonomi kreatif dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dampak buruknya pun sampai ada yang gulung tikar.
 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan pandemi covid-19 membuat banyak pelaku ekonomi kreatif mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan, bahkan ada yang harus mengganti produk guna menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang ada saat ini.
 
"Atau bahkan ada yang gulung tikar. Kondisi seperti ini (pandemi covid-19) memang membuat para pelaku ekonomi kreatif mendapatkan tantangan yang sangat berat dalam melalui pandemi covid-19 ini," kata Wishnu, sapaan akrabnya, dalam sebuah virtual konferensi pers, di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, ia mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Indonesia perlu menggalakkan kemandirian sebagai sebuah bangsa yang besar. Dengan langkah itu harapannya Indonesia bisa mengerakkan kembali roda perekonomian yang sempat terganggu oleh pandemi covid-19.
 
"Bahkan kita harus bisa membajak, kata Bapak Presiden, agar membawa kemajuan atau lompatan agar Indonesia menjadi jauh lebih baik," ucapnya.
 
Di antara langkah yang sudah diambil Kemenparekraf, sebut Wishnu, yaitu mengkampanyekan secara nasional gerakan Bangga Buatan Indonesia dan turunannya ialah menjalankan program membeli kreatif lokal. Program ini bertujuan membangun para pelaku ekonomi kreatif di berbagai macam subsektor untuk kembali bangkit dari dampak covid-19.
 
"Kami menjalankan program ini dalam bentuk optimalisasi pemasaran digital terintegrasi, pendampingan untuk mendapatkan omzet, melihat peluang di pasar, dan mempelajari juga bagaimana kita bisa mentransformasi ke platform digital yang ada," urainya.
 
Lebih lanjut, ia menekankan, pelaku kreatif dan UMKM harus bersiap ketika vaksin covid-19 sudah ditemukan dan didistribusikan secara merata di Indonesia. Saat itu, peluang dan kesempatan yang ada harus bisa dimaksimalkan agar bisa tumbuh dan berkembang lebih maksimal serta bangkit kembali usai terhantam covid-19.
 
"Insya Allah vaksin ini ditemukan dan pada saat telah terdistribusi dengan baik akan ada perubahan lagi yang harus kita pelajari. Apa kesempatannya, apa peluangnya nanti, dan sebagai pelaku usaha termasuk pelaku ekonomi kreatif harus mempersiapkan diri dari peluang yang ada pada saat vaksin covid-19 terdistribusi," tegasnya.
 
Direktur Utama PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) Hafid Hadeli senada dengan pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama terkait dampak pandemi covid-19. Menurutnya hampir semua sektor usaha terdampak oleh covid-19 yang membuat semua pihak harus bersama-sama untuk bangkit kembali.
 
"Pandemi covid-19 berdampak terhadap hampir semua sektor usaha sehingga terpuruknya ekonomi sekarang ini mendorong semua pihak, baik pemerintah maupun swasta untuk bersama-sama bangkit dan berkolaborasi untuk mengatasi kesulitan yang sedang kita hadapi," ucapnya.
 
Salah satu yang dilakukan Adira Finance untuk mendukung bangkitnya kembali sektor usaha terutama pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, lanjut Hafid, adalah dengan menyelenggarakan Festival Kreatif Lokal 2020. Festival Kreatif Lokal 2020 meliputi dua program acara yaitu kreatif lokal award dan konser kreatif lokal.
 
"Kami terus berkomitmen untuk membangun hubungan jangka panjang yang sehat kepada seluruh pemangku kepentingan. Komitmen ini mendorong kami untuk melayani konsumen pada setiap aspek kehidupannya. Penting bagi kami untuk hadir dan membantu UMKM dalam menghadapi situasi yang sulit seperti saat ini," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif