Ilustrasi area kerja PGN. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Ilustrasi area kerja PGN. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

PGN Amendemen 14 Kontrak Pembelian Gas Hulu

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn)
Suci Sedya Utami • 31 Juli 2020 11:31
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) kembali melanjutkan amendemen kontrak jual beli gas hulu sesuai Kepmen 89 Tahun 2020 dan Kepmen 91 Tahun 2020 tahap keempat bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), Kamis, 30 Juli 2020.
 
Pada tahap keempat tersebut, terdapat lima dokumen kontrak atau letter of agreement (LOA) yang dilakukan amandemen sesuai harga gas USD6 per million british thermal unit (MMBTU). Kelima LOA tersebut antara lain antara ConocoPhillips Grissik Ltd dan PGN untuk kebutuhan kontrak SSWJ dan implementasi Kepmen ESDM 89 dan Kepmen 91 dengan volume 355 billion british thermal unit per day (BBTUD).
 
Kemudian antara ConocoPhillips Grissik Ltd dan PGN untuk kebutuhan kontrak Batam 1 (industri) dan implementasi Kepmen ESDM 89 dan Kepmen 91 dengan volume 18 BBTUD. LOA antara ConocoPhillips Grissik Ltd dan PGN untuk kebutuhan kontrak Batam 3 dan implementasi Kepmen ESDM 91 dengan volume 33 BBTUD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya antara ConocoPhillips Grissik Ltd dan PGN untuk kebutuhan kontrak Dumai dan implementasi Kepmen ESDM 89 dengan volume 6,3 BBTUD. Serta LOA antara Minarak Brantas Gas Inc dan PT Pertagas Niaga & PGN untuk implementasi Kepmen ESDM 89 dengan volume 2,5 BBTUD.
 
Dengan penandatanganan ini, maka 14 LOA jual beli gas hulu resmi menggunakan harga penyesuaian. Adapun total LOA yang harus ditandatangani oleh PGN Group sebanyak 17 kontrak yang terdiri dari 14 LOA dengan PGN dan tiga LOA dengan Pertagas Group.
 
Direktur Komersial PGN Faris Aziz menegaskan bahwa masih terdapat sisa tiga perjanjian LOA yang belum ditandatangani dan akan dikoordinasikan secara intensif agar dapat diselesaikan.
 
"Kami upayakan proses pembahasan dan kesepakatan LOA yang masih tersisa dalam progress untuk volume pasokan gas yang sudah tertera di Kepmen ESDM 89/2020 dapat segera diselesaikan, agar penerapan Kepmen ESDM 89/2020 kepada pelanggan dapat berjalan penuh untuk peningkatan daya saing industri dan peningkatan jumlah tenaga kerja," kata Faris, dalam keterangan resminya, Jumat, 31 Juli 2020.
 
Sementara itu, Direktur Utama PGN Suko Hartono menambahkan hingga semester I, beberapa pelanggan telah menikmati implementasi harga gas USD6 per MMBTU. Ia bilang implementasi penyesuaian harga gas menjadi optimisme bagi PGN untuk andil membantu pemerintah memulihkan perekonomian nasional akibat pandemi covid-19.
 
"Semoga hal ini terus berlanjut dan peningkatan volume gas bumi di sektor hilir dapat terwujud, termasuk secara nyata kebijakan harga gas USD6 per MMBTU dapat meningkatkan daya saing, meningkatkan kapasitas produksi, menumbuhkan lapangan kerja dan ujungnya mengangkat perekonomian nasional," imbuh Suko.
 
Lebih lanjut, ia menambahkan, PGN komitmen menempatkan pembangunan infrastruktur dan penyediaan gas bumi untuk industri sebagai prioritas agar pertumbuhan industri dalam negeri di wilayah-wilayah baru, sehingga memberikan benefit bagi negara.
 
"Secara kontinu, PGN akan terus mengembangkan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi ke seluruh pelosok negeri dan menjalankan kegiatan operasional dan investasi agar harapan tersebut dapat terealisasi untuk melayani Indonesia," pungkas Suko.
 

(ABD)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif