Ilustrasi vaksin covid-19 - - Foto: AFP
Ilustrasi vaksin covid-19 - - Foto: AFP

Temui Wapres, Erick Thohir Sebut Kebutuhan Vaksin RI Belum Cukup

Ekonomi Virus Korona Bio Farma Erick Thohir vaksin covid-19
Annisa ayu artanti • 12 September 2020 19:08
Jakarta: Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyebut kebutuhan vaksin covid-19 untuk imunisasi massal belum mencukupi. Hal tersebut disampaikan Erick saat menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
 
Indonesia, kata Erick, akan mendapat 30 juta dosis vaksin covid-19 pada akhir 2020, serta 300 juta dosis pada 2021. Vaksin tersebut merupakan hasil kerja sama beberapa BUMN farmasi dengan lembaga dan instansi farmasi mancanegara seperti PT Bio Farma (Persero) dengan Sinovac Biotech yang berasal dari Tiongkok.
 
"Saya melaporkan kepada bapak wakil presiden tentang proses vaksin halal yang harus menjadi prioritas untuk kita dan sekaligus melaporkan progres perkembangan vaksin," Erick dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 12 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga melaporkan bahwa PT Kimia Farma telah menggandeng perusahaan asal UEA, Grup 42 (G42). Melalui kerja sama ini, Indonesia akan memasok 10 juta dosis vaksin pada akhir 2020, kemudian ditambah sebanyak 50 juta dosis pada akhir kuartal I-2021.
 
"InsyaAllah, akhir tahun ini ada 30 juta (vaksin) dan tahun depan ada 300 juta. Tetapi sebagai catatan, dari total kita dapatkan 330 juta mungkin 340 juta," terang dia.
 
Erick menambahkan proses vaksinasi bagi masyarakat Indonesia akan dilakukan sebanyak dua kali suntikan untuk setiap individu. Dengan begitu, kebutuhan vaksinasi hanya cukup bagi 170 juta penduduk Indonesia.
 
Karena itu, pemerintah perlu melakukan penjajakan dengan lembaga-lembaga kesehatan Internasional. Sejauh ini pemerintah sudah menjajaki koalisi untuk Kesiapan dan Inovasi Epidemi (CEPI), badan kesehatan dunia (WHO), Unicef, serta perusahaan-perusahaan farmasi multinasional lainnya seperti Astrazeneca, Cansino, dan Pfizer.
 
"Semua dijajaki. Kalau sampai 70 persen bisa tercover, kita harapkan di 2022 atau bahkan 2021, 30 persen bisa didapatkan," ungkap Erick.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif