Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan bantuan akan terintegrasi dengan program penjaminan sosial (jamsos) dan kartu sembako. Harapannya, warung tradisional dan warung sembako bisa bertahan selama pandemi masih berlangsung.
“Kita harapkan warung-warung sembako dan tradisional ini bisa menarik manfaat dari program jamsos dan kartu sembako," ujar Teten di Jakarta, Rabu, 15 April 2020.
Pemerintah, kata Teten, menaruh perhatian pada sektor UMKM karena berkontribusi 60 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap tenaga kerja hingga 97 persen. Selain itu, 99 persen pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM yang 89 persen di antaranya berada di level mikro.
Selain bantuan, Teten menjelaskan pemerintah sedang mengupayakan relaksasi pinjaman yang tidak hanya diberikan kepada penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau penerima pinjaman melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
Relaksasi pinjaman juga akan diberikan bagi penerima pinjaman di bawah Rp10 juta melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan koperasi simpan pinjam.
“Jadi presiden (Joko Widodo) minta relaksasi pinjaman ini seluas-luasnya kepada pelaku UMKM terutama mikro,” tuturnya.
Adapun pelaku UMKM yang ingin mengajukan restrukturisasi akan dianalisis lebih dulu.
“Yang akan masuk dalam program ini akan kita lihat data analisis ekonominya berapa persen yang betul-betul terdampak sehingga masuk dalam program ini,” imbuhnya.
Teten mengatakan sambil menganalisis ekonomi masyarakat, pemerintah bakal mengkaji detail mekanismenya. Mulai dari menetapkan angka alokasi restrukturasi pinjaman, tambahan pembiayaan baru, hingga jumlah anggaran untuk penambahan program jaminan sosial.
“Itu baru akan didetailkan dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” pungkasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News