Industri tekstil. Foto: dok Kemenperin.
Industri tekstil. Foto: dok Kemenperin.

Menperin Ingin Stok Baju Lebaran Terserap Penuh

Ekonomi industri tekstil tekstil kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 08 Mei 2020 12:22
Jakarta: Industri Kecil Menengah (IKM) fesyen muslim diharapkan tetap bisa memaksimalkan penjualannya untuk momentum Lebaran 2020. Fasilitas promosi di marketplace perlu dimanfaatkan dalam menghadapi pandemi covid-19.
 
Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat launching kampanye Fesyen Muslim Lebaran untuk Semua di Jakarta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembalikan gairah dan semangat positif masyarakat agar tetap bisa menikmati nuansa Lebaran sekaligus turut berperan menjaga ketahanan ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19 melalui pembelian produk fesyen muslim lokal.
 
"Saat ini jadi masa yang sangat sulit tak terkecuali khususnya pelaku IKM pakaian jadi. Memasuki momentum Ramadan biasanya demand dari produk fesyen muslim sedang tinggi-tingginya," kata Agus dalam sambutannya secara virtual, Jumat, 8 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pandemi covid-19 yang muncul sejak awal 2020 telah memukul sektor industri pakaian jadi lantaran menurunnya permintaan pasar. Aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan baik grosir maupun eceran juga terhambat lantaran upaya pencegahan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
"Kami Kemenperin kerja sama dengan Shopee Indonesia dalam kampanye dan promosi karya IKM fesyen muslim. Kampanye ini bentuk fasilitasi Kemenperin kepada IKM fesyen muslim agar tetap eksis," ucap Agus.
 
Adapun IKM yang terlibat dalam kampanye ini berasal dari Jawa Barat (31 persen), Jawa Timur (18 persen), Daerah Istimewa Yogyakarta (13 persen), DKI Jakarta (11 persen), Jawa Tengah (10 persen), Sumatra Barat (tujuh persen). Kemudian kampanye juga dilakukan di Banten, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Aceh, Bali, Kepulauan Riau, Lampung dan Maluku Utara.
 
"Kami ajak masyarakat dukung keberlangsungan IKM dengan membeli produknya mereka dan produk fesyen muslim. Ini akan memberikan dampak besar bagi penjahit, penyedia bahan baku, logistik dan lain lain. Pada akhirnya jaga ketahanan perekonomian Indonesia meskipun kita sekarang hadapi krisis maha berat covid-19," ungkapnya.
 
Agus berharap IKM fesyen muslim di Indonesia bisa tetep meraih tujuan jadi yang terbesar di dunia dengan tetap menjaga kinerja pertumbuhan. Persiapan perlu terus ditingkatkan lantaran pada 2024 konsumsi fesyen muslim dunia diproyeksikan akan senilai USD402 miliar.
 
"Kampanye dan promosi produk IKM fesyen muslim memberikan dampak positif bagi industri fesyen nasional. Kita harus bersiap jadi pusat fesyen muslim di dunia, ini momentum baik mempersiapkan diri ke arah itu," ujarnya.
 
Sementara itu, Head of Public Policy and Government Relations Shopee Radityo Triatmojo menyampaikan bahwa pandemi covid-19 merupakan momentum yang baik untuk memaksimalkan penjualan online. Hal tersebut ditunjukkan dengan peningkatan jumlah kunjungan hingga 25 kali lipat dibandingkan dengan hari biasanya di puncak kampanye Big Ramadhan Sale pertama yang berlangsung pada 5 Mei lalu di aplikasi Shopee.
 
"Kami berharap, inisiatif dengan dampak positif ini senantiasa dapat membantu keberlangsungan IKM Indonesia saat masa pandemi ini hingga seterusnya," kata Radit.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif