Ilustrasi Waskita Karya - - Foto: dok Antara
Ilustrasi Waskita Karya - - Foto: dok Antara

Waskita Karya Tebar Dividen Rp46 Miliar

Ekonomi setoran dividen waskita karya dividen bumn
Husen Miftahudin • 05 Juni 2020 22:13
Jakarta: PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyepakati untuk membagikan dividen sebesar Rp46 miliar. Dengan demikian, dividen per lembar yang diperoleh oleh pemegang saham sebesar Rp3,4557.
 
Pada tahun buku 2019 perseroan, berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp31,39 triliun dan laba bersih yang dicapai sebanyak Rp1,03 triliun. Kemudian total aset sebesar Rp122,59 triliun, total liabilitas Rp93,47 triliun, total ekuitas Rp29,12 triliun, dan nilai kontrak baru sebanyak Rp26,08 triliun.
 
"Dengan tambahan nilai kontrak baru tersebut serta adanya sisa nilai kontrak sebesar Rp62,02 triliun, maka total kontrak yang dikelola oleh Waskita Karya pada tahun 2019 sebesar Rp88,10 triliun," kata President Director Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra dalam pers rilis yang diterima Medcom.id, Jumat, 5 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di 2019, Waskita Karya menerima pembayaran atas proyek turnkey sebesar Rp26 triliun. Pembayaran proyek itu diterima atas pembayaran proyek Jalan Tol Cinere-Serpong senilai Rp1,21 triliun, proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp3 triliun, proyek Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (TBPPKA) Rp10,3 triliun.
 
Lalu proyek Tol Batang-Semarang Rp2 triliun, proyek ruas Tol TBPPKA porsi VGF Tol Jakarta-Cikampek sebesar Rp1,24 triliun, proyek transmisi paket 1-2 Sumatra senilai Rp4 triliun, serta penerimaan proyek lainnya sebanyak Rp3,9 triliun.
 
"Kemudian untuk proyek konvensional sebesar Rp16 triliun serta pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp5,4 triliun," urainya.
 
Di bidang non-teknik dan bisnis, pada 2019 Waskita Karya telah berhasil mencatatkan beberapa pencapaian antara lain divestasi dua ruas tol yakni tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono dengan nilai transaksi sebesar Rp2,4 triliun.
 
Kemudian Waskita Karya juga melakukan peningkatan produktivitas konstruksi yang didukung implementasi teknologi konstruksi 4.0. Aplikasi Building Information Modelling (BIM) telah dimanfaatkan sebagai alat utama dalam metodologi perencanaan pekerjaan, penjadwalan, pentahapan, serta monitoring dan pengendalian pelaksanaan konstruksi.
 
"Langkah tersebut telah memberikan pertambahan nilai yang signifikan dalam proses bisnis Waskita Karya. Saat ini seluruh proyek Waskita Karya telah memanfaatkan BIM dalam pelaksanaan pekerjaannya," tutur dia.
 
BIM dimanfaatkan untuk pengendalian spesifik proyek, sampai kepada komponen pekerjaan dan pemanfaatan teknologi Geospatial Information System (GIS). Hal ini merupakan program besar lain yang sedang dimulai di Waskita Karya yang bertujuan untuk membantu manajemen melihat informasi makro terkait proyek.

 
"Waskita Karya telah menginisiasi program BIM yang terintegrasi dengan ERP dan GIS, serta dijadwalkan akan selesai di akhir 2020 ini," aku Ngurah Putra.
 
Waskita Karya juga berkomitmen dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan, peningkatan akurasi data dan informasi, serta pemanfaatan teknologi 4.0 untuk membantu identifikasi permasalahan secara lebih faktual dalam konteks proyek secara utuh.
 
"Diharapkan keputusan yang diambil ini akan menjadi lebih cepat dan tepat," tutup Ngurah Putra.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif