Ilustrasi lapangan migas - - Foto: dok Pertamina
Ilustrasi lapangan migas - - Foto: dok Pertamina

Pendapatan Negara Tergerus, Dewan Energi Ngotot Tambahan Split Migas

Ekonomi migas Kementerian ESDM dewan energi nasional
Suci Sedya Utami • 12 November 2020 17:46
Jakarta: Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong pemberian tambahan split bagi lapangan-lapangan minyak dan gas (migas) meski tingkat keekonomiannya tidak setara dengan biaya pengembangan yang dikeluarkan.
 
Sekretaris Jenderal DEN Djoko Siswanto meminta para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas untuk mengusulkan tambahan split tersebut ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. Apalagi banyak rencana pengembangan (POD) lapangan migas yang tertunda lantaran tingkat keekonomiannya tipis.
 
"Segera bikin surat ke Pak Menteri, minta tambahan split sampai itu ekonomis," kata Djoko dalam forum diskusi virtual APMI, Kamis, 12 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengakui penambahan split memang akan berimbas pada penurunan penerimaan negara. Namun, dampak tersebut tidak menjadi masalah selama investasi masuk ke dalam negeri, sehingga menciptakan lapangan pekerjaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Pemerintah enggak dapat apa-apa, enggak apa-apa, yang penting untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan investasi," tutur mantan Dirjen Migas ini.
 
Sementara Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan tambahan split menjadi opsi terakhir yang dipilih untuk memecahkan masalah pada lapangan-lapangan migas yang tidak ekonomis.
 
"Sedang mencari upaya agar tambahan split itu alternatif terakhir, kita harapkan ada insentif lain," ujar Dwi.
 
Salah satu KKKS yang minta penambahan split yakni PT Pertamina (Persero) untuk beberapa blok migas demi mengembangkan potensi cadangan, misalnya di Blok Sanga-Sanga dan Mahakam. Perseroan juga tengah mengkaji secara internal untuk blok lainnya seperti Blok Siak, Blok Kampar, Blok Raja, dan Blok Tuban.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif