Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury - - Foto: dok Antara
Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury - - Foto: dok Antara

Semester I, Holding Baterai Ditargetkan Berdiri

Ekonomi mobil listrik Holding BUMN Kementerian BUMN Holding Baterai Indonesia Kendaraan Listrik
Suci Sedya Utami • 02 Februari 2021 17:46
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan pembentukan holding PT Baterai Indonesia (Indonesia Battery Company) terealisasi pada semester I-2021.
 
Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan holding tersebut nantinya dibentuk oleh empat perusahaan pelat merah yakni Mind ID, PT Aneka Tambang (Antam), PT Pertamina, dan PT PLN. Keempatnya akan masuk dalam ekosistem pengembangan industri baterai untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV battery).
 
"Kita berharap pembentukan Indonesia Battery Company sebagai holding bisa dibentuk di semester satu tahun ini," kata Pahala dalam webinar bertajuk EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia, di Jakarta, Selasa, 2 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan setelah berdiri, holding tersebut bisa menjadi sebuah perusahaan yang akan mulai melakukan kerja sama dengan berbagai mitra internasional untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV).
 
Mitra JV tersebut bisa berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS) maupun negara-negara Eropa yang dianggap sebagai pemain global dan bisa membawa modal, teknologi serta pasar. Dengan begitu, hasil produksi industri EV battery di dalam negeri bisa diserap.
 
"Semester I berdiri mudah-mudahan Indonesia Battery Company sudah bisa berdiri dan bisa jadi satu perusahan yang nantinya bisa mulai melakukan penandatangan kerja sama  dan juga pengembangan JV dengan para calon mitra tadi," jelas Pahala.
 
Adapun modal awal yang dibutuhkan untuk mendirikan holding tersebut sebesar USD50 juta atau sekitar Rp700 miliar. Sementara itu, investasi keseluruhan yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik mencapai USD13,4 miliar hingga USD17,4 miliar. Besaran tersebut merupakan investasi dari hulu hingga hilir dalam membangun industri mobil listrik berbasis baterai.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif