Ilustrasi kapal. Foto : MI.
Ilustrasi kapal. Foto : MI.

Strategi Pertamina Wujudkan PIS Jadi Green Shipping Company

Nia Deviyana • 22 November 2021 19:09
Jakarta: Pertamina NRE mendukung PT Pertamina International Shipping (PIS) menjadi green shipping company, salah satunya dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di area operasinya.
 
Pertamina NRE menyatakan terus mengawal dengan agresif transisi energi di internal Pertamina. Bekerja sama dengan subholding lain di Pertamina, Pertamina NRE menyediakan PLTS sebagai pengganti sumber listrik berbasis energi fosil yang selama ini digunakan.
 
Pada September 2021, Pertamina NRE menyediakan PLTS di atap gedung logistik PIS yang berlokasi di Jakarta dan telah melakukan mechanical completion pada 10 Oktober lalu. Ditargetkan PLTS tersebut beroperasi tahun ini dengan kapasitas 127,5 KWp dan sistem on grid.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penyediaan PLTS di gedung logistik PT Pertamina International Shipping merupakan bagian dari upaya transisi energi di internal Pertamina," ungkap Corporate Secretary Pertamina NRE Dicky Septriadi melalui keterangan tertulisnya, Senin, 22 November 2021.
 
Adapun Pertamina menargetkan penurunan emisi yang dihasilkan dari aktivitas operasional sebesar 30 persen pada tahun 2030.
 
Upaya menjadikan PIS sebagai green shipping company juga diwujudkan dalam penggunaan aktivitas operasional yang ramah lingkungan, salah satunya adalah pembangunan Kapal Milik baru dengan konsep eco ship design yang didesain untuk mengurangi emisi gas buang. Penggunaan PLTS di area operasi juga mendukung terwujudnya ambisi tersebut.
 
Sebagai subholding Integrated Marine Logistics, ujar Dicky, PIS mengelola pelabuhan-pelabuhan di terminal BBM dan LPG Pertamina. Ke depan kerja sama antara Pertamina NRE dengan PIS juga akan mencakup penyediaan PLTS di Terminal BBM Tanjung Uban, Terminal BBM Pulau Sambu, dan Terminal LPG Tanjung Sekong. Potensi kapasitas PLTS di ketiga lokasi tersebut mencapai  5 MWp dan battery energy storage system (BESS) sebesar 8 MWh. Konstruksi ditargetkan dimulai di penghujung 2021.
 
"Pertamina berkomitmen penuh mendukung dekarbonisasi yang tercermin melalui upaya transisi energi dengan fokus internal Pertamina. Dengan integrasi aspek environmental, social, dan governance (ESG), keberlanjutan menjadi DNA dalam pengelolaan bisnis di Pertamina," pungkasnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif