Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Foto: MI/Ramdani
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Foto: MI/Ramdani

Soal Isu Bank Dunia Manipulasi Data EoDB Tiongkok, Bahlil Akui Ada yang Tidak Beres

Ekonomi Bank Dunia BKPM Tiongkok kemudahan berusaha Bahlil Lahadalia Kementerian Investasi Manipulasi Laporan Bank Dunia
Eko Nordiansyah • 20 September 2021 10:56
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menanggapi adanya laporan yang menyebut bahwa Bank Dunia melakukan manipulasi data Ease of Doing Business (EODB). Ia menilai bahwa memang tidak selamanya data yang selama ini dianggap bagus pada kenyataannya juga bagus.
 
Bahlil menceritakan, ia sudah mendapat adanya laporan manipulasi data Bank Dunia pada tujuh bulan lalu. Setelah itu, Bahlil langsung bertemu dengan perwakilan Bank Dunia pada Juli lalu untuk mengurus persoalan data EODB tersebut sehingga tidak merugikan bagi Indonesia.
 
"Bahwa negara yang kita agung agungkan bersih itu ternyata ya gitu deh. Jadi enggak semuanya juga kita pikir bagus itu bagus," kata dia dalam video conference di Jakarta, Senin, 20 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengakui ada yang tidak beres dengan metodologi survey yang digunakan oleh oknum-oknum di Bank Dunia agar memanipulasi data EODB. Oleh karena itu, Bahlil menilai ada masalah yang harus diselesaikan oleh Bank Dunia sebagai upaya memperbaiki kepercayaan internasional.
 
"Ini ada lompat indahnya juga, ini akibat cara-cara laporan World Bank menertibkan lagi orang-orang yang pernah memberikan penilaian di saat itu. Artinya ada something, ada masalah," ungkapnya.
 
Investigasi oleh firma hukum WilmerHale, atas permintaan Komite Etika Bank Dunia, sebelumnya menemukan bahwa para pemimpin Bank Dunia termasuk Kristalina Georgieva telah menerapkan tekanan yang tidak semestinya untuk meningkatkan skor Tiongkok dalam laporan Doing Business 2018.
 
Pada saat itu, pemberi pinjaman multilateral yang berbasis di Washington sedang mencari dukungan Tiongkok untuk peningkatan modal yang besar. Georgieva mengatakan dia tidak setuju secara mendasar dengan temuan dan interpretasi dari laporan tersebut, dan telah memberi pengarahan kepada Dewan Eksekutif IMF.
 
Para ekonom mengatakan laporan Bank Dunia atau lainnya berguna tetapi rentan dimanipulasi. Mereka mengatakan beberapa dari pemerintah, terutama di negara-negara pasar berkembang yang ingin menunjukkan kemajuan dan menarik investasi, terobsesi dalam laporan tersebut karena memaparkan kemudahan membayar pajak hingga hak hukum.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif