ADB. Foto : Medcom.id.
ADB. Foto : Medcom.id.

RI Gandeng ADB Luncurkan Mekanisme Transisi Energi Berkelanjutan

Ekonomi infrastruktur Ekonomi Indonesia Asian Development Bank (ADB) Transisi Energi Energi Hijau
Eko Nordiansyah • 04 November 2021 20:13
Jakarta: Komitmen Pemerintah Indonesia untuk membangun infrastruktur energi yang berkelanjutan semakin nyata. Hal ini tampak pada peluncuran kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Bank Pembangunan Asia (ADB) terkait studi kelayakan dan rancangan penerapan Mekanisme Transisi Energi atau Energy Transition Mechanism (ETM).
 
"ETM adalah program yang ambisius yang akan mampu meningkatkan infrastruktur energi dan mengakselerasi transisi energi bersih menuju emisi nol bersih dengan prinsip adil (just) dan terjangkau (affordable)," kata dia dalam keterangan resminya, Kamis, 4 November 2021.
 
Terjangkau atau tidaknya transisi energi dapat dilihat dari kemampuan membayar masyarakat dan industri, serta perluasan akses energi. Selain itu, hal lain yang juga harus dipertimbangkan adalah kemampuan APBN untuk mendukung transisi ini baik dalam bentuk subsidi atau insentif, pembiayaan modal untuk energi baru dan terbarukan, transmisi, distribusi, serta penerimaan negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ekonomi Indonesia akan terus tumbuh dan permintaan untuk energi juga akan tumbuh. Permintaan energi yang terus tumbuh ini harus dipenuhi dengan efisien dan emisi karbon yang lebih rendah atau bahkan dengan emisi nol," jelas dia.
 
Ia menambahkan pemerintah menyadari bahwa bagi negara berkembang, transisi menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan perlu dilakukan tanpa membebani keuangan negara. Oleh sebab itu, berbagai kebijakan dirumuskan dengan memastikan pertumbuhan yang tentunya membutuhkan energi tersebut tetap ada tetapi dilakukan secara hijau.
 
"Untuk melakukannya, diperlukan kombinasi antara menurunkan ketergantungan terhadap pembangkit listrik bertenaga batu bara, dan dalam waktu bersamaan, membangun energi alternatif yang lebih hijau. Apabila negara berkembang ingin lebih ambisius, kita harus segera melaksanakan ETM yang sudah kita mulai dengan ADB ini," ungkapnya.
 
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon sebanyak 29 persen pada 2030 dengan usaha sendiri atau 41 persen dengan bantuan internasional. Sektor energi merupakan yang akan berkontribusi besar terhadap target ini. Saat ini, Indonesia telah masuk ke dalam transisi menuju emisi nol bersih (Net Zero Emission) paling lambat pada 2060.
 
"Pengurangan ketergantungan pembangkit listrik bertenaga batu bara adalah satu bagian penting dari transisi menuju ekonomi rendah karbon, dan ETM akan mengantarkan Indonesia lebih dekat kepada pencapaian target tersebut," lanjut dia.
 
ETM sendiri merupakan suatu bentuk pembiayaan campuran (blended finance) yang dirancang untuk mempercepat penghentian pembangkit listrik bertenaga batu bara dan membuka investasi untuk energi bersih. Saat ini, ADB sedang melakukan analisis kelayakan implementasi ETM terhadap beberapa PLTU di Indonesia, setelah sebelumnya melalui tahapan studi pra-kelayakan.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif