Menaker Ida Fauziyah. Foto: dok Kemnaker.
Menaker Ida Fauziyah. Foto: dok Kemnaker.

Menaker: Kenaikan Upah Minimum Rata-rata 1,09%

Nia Deviyana • 16 November 2021 19:21
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan kenaikan upah minimum 2022 rata-rata sebesar 1,09 persen. Angka tersebut berdasarkan simulasi data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).
 
"Ini (1,09 persen) rata-rata nasional. Tentu sekali lagi kita tunggu para Gubernur yang pada saatnya akan menyampaikan," ujar Ida dalam konferensi pers secara virtual, Selasa, 16 November 2021.
 
Ida menyampaikan Gubernur harus menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) paling lambat pada 21 November 2021. Namun karena tanggal tersebut merupakan hari libur nasional, maka penetapannya dilakukan paling lambat satu hari sebelumnya, yaitu 20 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu dalam penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) harus dilakukan pada 30 November 2021 yang mana dilakukan setelah penetapan UMP.
 
Ida juga mengungkapkan tidak ada lagi penetapan upah minimum berdasarkan sektor. Namun Upah Minimum Sektor (UMS) yang ditetapkan sebelum 2 November 2020 masih tetap berlaku hingga berakhir atau UMP/UMK daerah tersebut lebih tinggi.
 
"Apa yang saya sampaikan juga telah ditegaskan kembali oleh Menteri Dalam Negeri melalui surat edaran Menteri Dalam Negeri 561/6393/SC Hal Penetapan Upah Minimum Tahun 2022 Kepada Seluruh Gubernur," jelasnya.
 
Ida memaparkan, kebijakan penetapan upah minimum merupakan salah satu program strategis nasional sebagaimana diamanatkan UU No 11 Tahun 2020 dan aturan turunannya yaitu PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.
 
Dia bilang, upah minimum merupakan upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja yang bersangkutan kurang dari satu tahun.
 
"Semangat dari formula upah minimum berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 adalah untuk mengurangi kesenjangan upah minimum sehingga terwujud keadilan antarwiayah. Keadilan antarwilayah dicapai berdasarkan pendekatan rata-rata konsumsi rumah tangga di masing-masing wilayah," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif