Ilustrasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) - - Foto: MI/ Bagus Suryo
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) - - Foto: MI/ Bagus Suryo

PLN Punya 5.200 PLTD di Daerah Terpencil

Antara • 23 Maret 2022 15:41
Jakarta: PT PLN (Persero) memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebanyak 5.200 unit yang tersebar di 2.130 daerah terpencil dan terisolasi di seluruh Indonesia.
 
Direktur Mega Proyek PLN Wiluyo Kusdwiharto mengatakan pihaknya menghabiskan 2,7 juta kiloliter Bahan Bakar Minyak (BBM) atau setara Rp16 triliun untuk menyalakan pembangkit-pembangkit diesel tersebut.

"Pada 2020, pemakaian BBM di pembangkit-pembangkit diesel PLN mencapai 2,7 juta kiloliter atau setara dengan Rp16 triliun," kata Wiluyo, Rabu, 23 Maret 2022.
 
PLN menargetkan pengurangan pembangkit listrik diesel secara bertahap untuk mengurangi konsumsi BBM dan meningkatkan target bauran energi baru terbarukan di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui program dieselisasi, perseroan merencanakan akan mengonversi pembangkit listrik diesel menjadi tiga skema, yakni konversi PLTD menjadi energi baru terbarukan, konversi PLTD menjadi gas, dan konversi PLTD menjadi interkoneksi ke dalam jaringan PLN.
 
Program konversi PLTD ke energi baru terbarukan atau hybrid ini mempunyai dua skema, yaitu PLTD akan dikonversi menjadi hybrid antara PLTD-PLTS dan baterai," ujar Wiluyo.

 
Ia menjelaskan konversi PLTD ke energi baru terbarukan dilakukan terutama untuk daerah-daerah terpencil dan tidak memiliki sumber energi baru terbarukan alternatif lainnya, seperti air.
 
Dalam tahap pertama, PLN merencanakan sekitar 212 megawatt PLTD di 183 lokasi akan dikonversi menjadi hybrid dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan battery energy storage system (BESS).
 
"Kami berharap program konversi PLTD dengan total 499 megawatt ini ke energi baru terbarukan akan dapat menurunkan pemakaian BBM sebesar 67 ribu kiloliter, menurunkan emisi karbon dioksida sebesar 0,3 ton, serta meningkatkan bauran energi sebesar 0,15 persen," pungkas Wiluyo.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif