Ilustrasi PLTU Batu Bara. Foto: MI.
Ilustrasi PLTU Batu Bara. Foto: MI.

APHI Dukung Pemanfaatan Biomassa Kayu untuk Transisi Energi di PLTU

Antara • 16 November 2022 21:18
Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mendukung upaya transisi energi yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi co-firing biomassa untuk pembangkitan listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
 
Co-firing adalah peralihan sebagian bahan bakar batu bara dengan biomassa yang ramah lingkungan, tidak boros karbon dan terbarukan. Co-firing program akan dilaksanakan di 52 lokasi yang terdiri atas 114 PLTU yang menghasilkan 18 ribu MW listrik.
 
"Ini berarti ada kebutuhan bahan baku biomassa sekitar 4,1 juta ton per tahun," kata Indroyono, dikutip dari Antara, Rabu, 16 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkapkan, Indonesia memiliki sejumlah spesies tanaman penghasil kayu energi yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung cofiring karena memiliki nilai kalor yang tak kalah dengan batubara. Diantaranya adalah akasia, gamal, dan kaliandra.
 
Indroyono menuturkan pengembangan energi biomassa bisa dilakukan dengan pembangunan hutan tanaman energi. Kayu yang dipanen diubah menjadi produk kayu serpih untuk bisa langsung dimanfaatkan untuk co-firing PLTU atau bisa diubah dulu menjadi wood pellet yang bisa dipasarkan untuk kebutuhan ekspor.
 
"Pemanfaatan biomassa kayu sangat berkelanjutan karena dimulai dari menanam, kemudian dipanen, lalu kembali ditanam, begitu seterusnya," ujarnya.
 
Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) yang berdampak pada pengurangan emisi gas rumah kaca sehingga bisa berkontribusi pada upaya pencegahan bencana perubahan iklim.
 
Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana mengatakan transisi energi terbarukan berbasis produk kehutanan menjadi salah satu opsi yang potensial untuk terus berkembang karena Indonesia memiliki sumber daya hutan yang luas.
 
"Penggunaan energi terbarukan harus bisa mengakselerasi pembangunan rendah karbon dan mengamankan suplai energi di dalam negeri," katanya.
 
Dadan menegaskan pemerintah bertekad untuk memenuhi target bauran EBT 23 persen pada 2025 dan mencapai Net Zero Emissions sektor energi pada 2060.
 
"Sumber EBT tersebut bisa berasal dari tenaga surya, angin, hidro, nuklir atau biomassa," kata Dadan.
 
Dia menekankan, pencapaian target tersebut butuh aksi kolaboratif yang melibatkan semua pihak termasuk dukungan dari sektor swasta.
 
Sementara itu Deputy Director of Sustainability and Stakeholder Engagement APRIL Group Dian Novarina mengungkapkan sebagai produsen produk bubur kayu dan kertas terintegrasi pihaknya berkomitmen untuk mendukung pemerintah mencegah perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca.
 
Di hulu, komitmen itu dilaksanakan dengan melakukan konservasi kawasan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan menerapkan kebijakan zero tolerance pada deforestasi.
 
Di hilir, beralih pada penggunaan bahan bakar yang terbarukan serta berinvestasi pada teknologi sirkular.
 
"Kami menargetkan untuk mengurangi emisi hingga 50 persen di 2030 dan mencapai Net Zero pada 2050," katanya.
 
Dian melanjutkan sebagai salah satu industri produk alam terbesar di dunia, APRIL Group punya visi keberlanjutan APRIL2030. Salah satunya adalah menargetkan penggunaan 90 persen energi terbarukan untuk kebutuhan pabrik.
 
Sebagai sumber energi April Group memanfaatkan biomassa kayu dan black liquor, cairan yang dihasilkan dari lignin kayu dan bisa diguna ulang sebagai bahan bakar. perusahaan juga sedang melakukan investasi pembangkit listrik tenaga surya yang akan memiliki kapasitas hingga 20 MW.
 
Sementara itu President Director Indika Nature Leonardus Herwindo menjelaskan saat ini pihaknya sedang mengembangkan hutan tanaman untuk sebagai bahan baku biomassa industri wood pellet.
 
Perusahaan tersebut memiliki anak usaha yang mengelola konsesi seluas 170 ribu hektare (ha) dengan porsi sekitar 15 ribu ha ditanami kaliandra.
 
"Panen perdana diperkirakan akan dilakukan akhir 2023,” katanya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif