Jaringan Gas. Foto : MI.
Jaringan Gas. Foto : MI.

Pemerintah Pede 300 Ribu Jaringan Gas Tersambung pada 2022

Antara • 28 September 2022 21:54
Jakarta: Pemerintah optimistis target pembangunan jaringan gas (jargas) nasional sebanyak 300 ribu Sambungan Rumah Tangga (SR) dapat tercapai pada akhir 2022.
 
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I Pahala Nugraha Mansury menyampaikan pelaksanaan pembangunan jaringan gas masih sesuai rencana hingga saat ini.
 
baca juga: PGN Bangun 3.500 Jargas Rumah Tangga di Kota Sekayu

"Perkembangannya bagus, rencananya sampai akhir tahun harapan kita 300 ribu sambungan jargas bisa dipasang," kata Pahala dikutip dari Antara, Rabu, 28 September 2022.
 
Dengan jumlah pengguna kompor rumah tangga yang banyak di Indonesia, ia mengatakan pembangunan jaringan gas oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan dilakukan bersama-sama dengan kompor induksi atau kompor listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi apakah itu penggunaan liquefied petroleum gas (LPG), dimethyl ether (DME), kompor induksi, ataupun jaringan gas dari awal rencananya akan dilaksanakan secara bersama-sama," kata Pahala.
 
Namun, dia menegaskan hingga saat ini pemerintah bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih melakukan evaluasi terkait program pengalihan kompor LPG 3 kilogram ke kompor induksi atau kompor listrik.
 
"Kalau dengan saat ini kita belum ada rencana untuk melanjutkan penggunaan kompor induksi (kompor listrik)," kata Pahala.
 
Seperti diketahui, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 650.000 rumah tangga selama semester I-2022, dan jumlahnya akan terus bertambah melalui program Gaskita.
 
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PGN Fadjar Harianto Widodo mengatakan telah menyalurkan gas bumi sebanyak 95 juta meter kubik (m³) ke 650 ribu SRT hingga semester I-2022.
 
"Gaskita adalah produk gas bumi yang disalurkan menggunakan jaringan gas bumi dan langsung terhubung ke dapur atau lokasi usaha pelanggan," kata Fadjar.
 
Sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pembangunan jaringan gas ini ditujukan bagi 4,7 juta SRT atau setara 0,7 juta ton LPG pada 2025, dengan PGN siap membangun jargas sebanyak satu juta SRT secara bertahap.
 
Diharapkan pembangunan jaringan gas sebanyak 4,7 juta SRT dapat menyerap 390 ribu tenaga kerja, mengurangi impor LPG hingga 676 juta kilogram, menghemat anggaran negara hingga Rp6,58 triliun per tahun, dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif