Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

Rupiah Melemah, Begini Cara Phapros Bertahan di Tengah Gejolak Kurs

Annisa ayu artanti • 11 Juni 2026 21:03
Ringkasnya gini..
  • Pelemahan rupiah berdampak langsung pada biaya bahan baku dan logistik industri farmasi.
  • Phapros menyiapkan hedging, diversifikasi pemasok, dan kontrak jangka panjang untuk menekan risiko.
  • Perusahaan mulai mendorong transaksi menggunakan RMB dan euro untuk mengurangi ketergantungan dolar AS.
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan menjadi perhatian banyak pelaku usaha. Bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku impor, fluktuasi kurs bisa langsung berdampak pada biaya produksi hingga margin keuntungan perusahaan.
 
Industri farmasi menjadi salah satu sektor yang cukup sensitif terhadap perubahan nilai tukar karena sebagian bahan baku obat masih didatangkan dari luar negeri. 
 
Direktur Produksi PT Phapros Tbk Ida Rahmi Kurniasih mengatakan pelemahan rupiah merupakan faktor eksternal yang tidak dapat dikendalikan perusahaan. Namun, dampaknya tetap harus diantisipasi, terutama terhadap biaya bahan baku dan biaya pengiriman.

"Kita semua memperhatikan ini sebagai faktor eksternal yang akan mempengaruhi operasional perusahaan. Utamanya kami di produksi adalah di biaya bahan baku dan biaya pengiriman," kata Ida dalam public expose daring, Kamis, 11 Juni 2026.
 
Menurut Ida, kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu konsekuensi yang hampir pasti terjadi ketika rupiah melemah terhadap dolar AS.
 
Karena itu, perusahaan memilih fokus pada faktor-faktor internal yang masih bisa dikendalikan dibanding mencoba memprediksi arah pergerakan kurs.
 
"Mengingat fluktuasi kursus rupiah sebagai faktor eksternal, maka Phapros akan lebih fokus ke internal karena kita tidak bisa kendalikan itu. Jadi yang kita upayakan, kendalikan adalah mitigasi untuk meminimalisir dampak negatifnya. Dampak negatifnya kan sudah pasti harga bahan akan naik gitu ya," tuturnya.
 
Baca juga: Laba Phapros Melonjak 109% di 2025, Pemegang Saham Kebagian Dividen 15%

Siapkan berbagai skenario hadapi dolar AS

Sebagai perusahaan farmasi yang memiliki ketergantungan terhadap bahan baku impor, Phapros mengaku langsung merespons setiap perubahan nilai tukar dengan menyusun sejumlah skenario mitigasi.
 
Langkah yang disiapkan antara lain penerapan strategi lindung nilai (hedging), mencari alternatif pemasok bahan baku, hingga mempertimbangkan penggunaan mata uang selain dolar AS dalam transaksi internasional.
 
"Sebagai bagian dari holding bawaan farmasi di bawah Bio Farma, peran strategis industri farmasi dan sensitivitas faktor farmasi terhadap USD, Phapros langsung merespon dengan cepat. Misalnya menyusun beberapa skenario atas tren pelemahan rupiah terhadap USD, termasuk upaya hedging, pencarian lebih dari satu source bahan baku untuk mencari celah efisiensi, transaksi menggunakan mata uang selain USD, atau mekanisme impor langsung dari negara asal dan kerjasama B Partit."
 
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas biaya produksi di tengah ketidakpastian pasar global.
 
Selain melakukan diversifikasi pemasok, Phapros juga mengandalkan strategi negosiasi dengan supplier luar negeri. Dia mengatakan sebagian kontrak pengadaan bahan baku saat ini telah disepakati sejak awal tahun sehingga tidak otomatis mengikuti kenaikan harga pasar.
 
"Caranya seperti apa? Pertama, sejak awal memang kita punya kontrak-kontrak pengadaan bahan, itu sudah diikat angkanya di awal tahun sehingga memang tidak otomatis kalau harga naik kita akan menyesuaikan," ucapnya.
 
Lebih lanjut, kata Ida, Phapros juga melakukan renegosiasi harga agar pemasok tidak langsung menaikkan harga produk saat terjadi pelemahan rupiah.
 
"Jadi kita melakukan renegosiasi dengan para supplier bahan baku dari luar negeri agar tidak menaikkan harga produk," imbuhnya.
 
Tak hanya itu, perusahaan juga mempertimbangkan kontrak jangka panjang dengan sejumlah pemasok untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif dan menjamin kontinuitas pasokan.
 
"Yang kedua, kita menimbang untuk melakukan kontrak lebih awal dengan jangka waktu lebih panjang dengan beberapa supplier agar tidak menaikkan harga produknya, bahkan kita harapkan bisa mendapatkan harga lebih rendah dengan kontinuitas suplai yang baik yang terjamin," ucapnya.
 
Menurutnya, tekanan akibat kenaikan biaya bahan baku tidak bisa hanya ditangani oleh tim produksi. Seluruh unit bisnis di perusahaan juga didorong melakukan efisiensi operasional.

Kurangi ketergantungan pada Dolar AS

Di samping itu, Phapros mulai memperluas penggunaan mata uang alternatif dalam transaksi impor. Perusahaan saat ini mendorong penggunaan yuan Tiongkok (RMB) dan euro untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS yang selama ini mendominasi perdagangan global.
 
"Untuk mengimbangi potensi kenaikan biaya bahan baku impor ini, kemudian kami terus mencari alternatif bahan baku agar dapat yang harganya lebih baik. Termasuk kemungkinan untuk melakukan transaksi selain USD. Misalnya sekarang kita dorong, sebagian memang sudah terjadi, kita membeli dalam RMB, kita membeli dalam Euro, gitu," jelasnya.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan