Indofood. Foto: Dok: perusahaan
Indofood. Foto: Dok: perusahaan

Penjualan Indofood Tembus Rp101,49 Triliun, ICBP Tumbuh 15%

Annisa ayu artanti • 31 Oktober 2026 17:38
Ringkasnya gini..
  • Indofood membukukan penjualan Rp101,49 triliun hingga September 2026, naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
  • Penjualan ICBP tumbuh 15% menjadi Rp64,45 triliun, tetapi marjin laba usaha turun akibat kenaikan biaya.
  • Core profit Indofood naik 11%, sedangkan ICBP tumbuh 5% selama sembilan bulan pertama 2026.
Jakarta: Kinerja dua perusahaan dalam grup Indofood, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), mencatatkan pertumbuhan penjualan selama sembilan bulan pertama 2026.  Keduanya membukukan kenaikan penjualan dua digit hingga akhir September 2026.

Indofood membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 12 persen menjadi Rp101,49 triliun dibandingkan Rp90,98 triliun di periode yang sama tahun lalu. Laba usaha naik 15 persen menjadi Rp20,80 triliun dari Rp18,10 triliun, dan marjin laba usaha meningkat menjadi 20,5 persen dari 19,9 persen di tahun sebelumnya. 

Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk relatif stabil di kisaran Rp7,87 triliun, diimbangi oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan, terutama obligasi dalam mata uang dolar AS yang diterbitkan oleh ICBP, seiring melemahnya nilai tukar rupiah. Core profit, yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan, naik 11 persen menjadi Rp9,37 triliun dari Rp8,42 triliun.

“Didukung dengan model bisnis yang terintegrasi secara vertikal, Indofood mencatatkan kinerja yang solid selama periode sembilan bulan pertama tahun ini. Untuk kedepannya, kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” kata Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim dalam keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2026.
 

Sedangkan kinerja keuangan ICBP untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2026, perseroan membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 15 persen menjadi Rp64,45 triliun dari Rp56,27 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Laba usaha tumbuh 7 persen menjadi Rp13,67 triliun dari Rp12,74 triliun, meskipun marjin laba usaha turun menjadi 21,2 persen dari 22,6 persen di tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kenaikan beban bahan baku, bahan kemasan dan logistik. 

Tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan, naik 5 persen menjadi Rp8,04 triliun dari Rp7,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu, didorong oleh meningkatnya hasil operasional.

“Di tengah kondisi global yang fluktuatif dan penuh ketidakpastian, ICBP tetap fokus memperkuat rantai pasoknya guna menjaga daya saing pasar dan profitabilitas yang sehat selama periode sembilan bulan di tahun 2026. Ke depannya, kami akan terus menghadirkan produk-produk yang relevan dan mudah dijangkau, sembari terus mengoptimalkan efisiensi operasional dan mengelola biaya secara disiplin,” ucapnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan