Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Ingrid Siburian. Dok. Istimewa
Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Ingrid Siburian. Dok. Istimewa

Mau Capai Target Net Zero Emissions pada 2060, Indonesia Perlu Ubah Sistem Energi

Achmad Zulfikar Fazli • 29 September 2022 17:57
Jakarta: Shell membuat peta jalan yang dapat ditempuh Indonesia untuk mencapai target net zero emissions (NZE) di 2060. Indonesia dinilai perlu mengubah sistem energi dan penggunaan lahan (land use) secara mendasar agar transisi hingga net zero emissions pada 2060 berjalan sukses.
 
Di Indonesia, sektor energi telah diidentifikasi sebagai penyumbang utama emisi kedua setelah pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan lain. Shell menguraikan peta jalan dekarbonisasi untuk perekonomian dan industri Indonesia lewat program Scenarios Sketch Indonesia (Indonesia Sketch).
 
Chief Economist Shell, Mallika Ishwaran, mengatakan pihaknya melibatkan adopsi dan implementasi elektron rendah karbon (low-carbon electrons) yang lebih besar dan solusi energi rendah karbon (low-carbon energy solutions) seperti bioenergi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada bioenergi, biofuel dapat mencapai hingga 60 persen dari keseluruhan bahan bakar cair, untuk menggantikan minyak dalam jumlah besar, dan untuk mendukung dekarbonisasi sektor yang sulit dielektrifikasi, seperti sektor penerbangan dan industri kimia.
 
"Peta jalan untuk mencapai target net zero emissions di Indonesia akan membutuhkan kerja sama signifikan antara pemerintah dan badan usaha agar aspirasi pada tahun 2060 tersebut dapat terwujud. Sebagai contoh, pengembangan pasokan biofuel generasi kedua dan termutakhir dalam jangka panjang akan sangat penting untuk meminimalkan dampak pada produksi pangan dan lingkungan yang lebih luas," kata Mallika, Jakarta, Kamis, 29 September 2022.
 

Baca: Demi Pengembangan Teknologi EBT, PLN Rela Jauh-jauh Datengin 'Bule' Denmark


Program Indonesia Sketch juga membahas mengenai percepatan elektrifikasi, perkembangan berkelanjutan dalam peningkatan efisiensi energi, serta penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) sebagai tindakan utama yang perlu dilakukan. Penerapan solusi CCS akan menjadi kunci mendekarbonisasi emisi yang paling mahal dan paling sulit untuk dikurangi.
 
Investasi dalam solusi energi rendah karbon ini juga akan menghasilkan efek pengganda ekonomi, yang pada dasarnya akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian.
 
Sementara itu, Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengatakan sebagai salah satu produsen dan konsumen energi terbesar, Indonesia dapat mendorong upaya dekarbonisasi yang komprehensif untuk mendukung aspirasi pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
 
“Sebagai investor di sektor energi di Indonesia, dan sejalan dengan strategi powering progress kami, Shell berkomitmen untuk menjadi mitra yang berperan aktif dalam perjalanan transformasi energi Indonesia. Peluncuran Indonesia Sketch merupakan wujud nyata kontribusi Shell dalam diskusi yang sedang berlangsung mengenai masa depan ekosistem energi di Indonesia,” kata Ingrid.
 
Menurut dia, membangun sistem energi net zero di Indonesia pada 2060 merupakan tantangan. Namun, pihaknya percaya hal ini secara teknis memungkinkan bagi Indonesia. 
 
"Untuk dapat mencapai ambisi ini, Indonesia harus bertindak cepat dengan pendekatan yang berorientasi pada tujuan. Langkah penting lainnya mencakup penghentian pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap, investasi dalam pembangkit listrik dari energi terbarukan, fleksibilitas teknologi, dan infrastruktur ketenagalistrikan," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif