Pada peresmian Jembatan Tayan di Kalimantan Barat, Presiden RI Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada Tiongkok atas kontribusinya terhadap pembangunan jembatan tersebut (Foto:Dok)
Pada peresmian Jembatan Tayan di Kalimantan Barat, Presiden RI Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada Tiongkok atas kontribusinya terhadap pembangunan jembatan tersebut (Foto:Dok)

China Road and Bridge Corporation: Kontribusi Kekuatan dan Kebijaksanaan untuk Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

Rosa Anggreati • 16 Agustus 2022 13:59
Jakarta: China Road and Bridge Corporation (CRBC) adalah salah satu dari empat perusahan besar milik negara (BUMN) dari Tiongkok yang paling awal memasuki pasar konstruksi dunia dengan prestasi luar biasa, terutama di bidang jalan, jembatan, pelabuhan, kereta api, bandara, real estate, pembangunan kawasan industri serta investasi, pengembangan, dan operasi bisnis.
 
CRBC selalu melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki pangsa pasar penting, dengan berpegang pada prinsip perusahaan "Membangun Jalan dan Jembatan, Memberikan Kontribusi pada Masyarakat, Berorientasi pada Rakyat, dan Mengejar Keunggulan." CRBC berkomitmen pada pembangunan infrastruktur Indonesia, dan menyangga secara pragmatis serta efisien dalam  melaksanakan strategi "Global Maritim Fulcrum" Indonesia melalui prakarsa Tiongkok "Belt and Road", dengan mengimplementasikan kualitas yang tinggi pada sejumlah besar proyek strategis yang sejalan dengan kepentingan vital kedua negara, memberikan kontribusi kekuatan dan kebijaksanaan bagi pembangunan infrastruktur Indonesia.
 
Sejak memasuki pasar infrastruktur Indonesia pada 2003, CRBC secara berturut-turut telah mengerjakan banyak proyek besar, yaitu Jembatan Surabaya-Madura, Jembatan Tayan, Jalan Tol Solo-Kertosono, Jalan Tol Tahap III Cileunyi-Sumedang-Dawuan, dan secara aktif ikut dalam pembangunan jalan tol tanggul laut pertama di Indonesia, yaitu Jalan Tol Semarang-Demak, sebagai dasar landasan yang kokoh untuk melayani dan berakar di Indonesia.
 

Jembatan Suramadu, Contoh Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Tiongkok-Indonesia


Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) adalah jembatan penyeberangan laut pertama yang menghubungkan Pulau Jawa sebagai pulau yang memiliki ekonomi paling berkembang di Indonesia dengan pulau Madura yang kaya akan sumber daya alam, namun memiliki pondasi ekonomi lemah. Jembatan Suramadu yang terletak di Provinsi Jawa Timur memiliki total panjang 5.438 meter, dan merupakan jembatan penyeberangan laut terbesar dan terpanjang di Indonesia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 10 Juni 2009, jembatan Suramadu resmi dibuka untuk lalu lintas, impian masyarakat Indonesia untuk “Turning A Deep Chasm Into A Thoroughfare” pun akhirnya terwujud. Pada saat itu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dengan penuh semangat pada upacara pembukaan, "Seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa Timur dan Madura bangga dengan selesainya jembatan ini."
 
Penyelesaian Jembatan Suramadu memiliki peran yang sangat penting guna memperluas ruang hidup dan pengembangan industri Kota Surabaya dan Pulau Madura, mendorong pembangunan ekonomi dan sosial di Pulau Jawa, mendorong kemakmuran ekonomi Pulau Madura, serta memecahkan masalah ketenagakerjaan lokal. Proyek tersebut telah menjadi tolok ukur proyek konstruksi di Asia Tenggara, sebuah proyek yang sangat penting dari segi politik dan ekonomi dalam kerja sama multi-bidang antar dua negara, dan dikenal sebagai model kerja sama ekonomi dan teknologi antara kedua negara tersebut.
 
China Road and Bridge Corporation: Kontribusi Kekuatan dan Kebijaksanaan untuk Pembangunan Infrastruktur di Indonesia
Jembatan Suramadu (Foto:Dok)
 
Pada Mei 2010, Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian Perhubungan RI mengadakan rapat pertemuan penilaian ahli dan menyepakati bahwa Jembatan Suramadu tidak hanya memenuhi kualifikasi desain dan konstruksi jembatan, tetapi juga telah mengisi celah pada penelitian teknis lokal dalam pembangunan jembatan bentang panjang, dan jembatan lintas laut, sehingga berhasil mempromosikan spesifikasi dan teknologi konstruksi jembatan dari Tiongkok di luar negeri, serta mencapai serangkaian pencapaian teknis yang inovatif.
 
Hingga saat ini sudah 13 tahun sejak Jembatan Surabaya-Madura dibangun dan menjadi salah satu proyek representatif bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk berhasil “go global,” tidak hanya mendorong pembangunan ekonomi dan sosial lokal, namun juga menjadi “Menjadi Jembatan Bagi Hubungan Bilateral Saling Menguntungkan Antara Tiongkok dan Indonesia,” serta menjadi contoh terbaik bagi kedua negara untuk melakukan kerja sama di berbagai bidang.
 

Jembatan Tayan, Mewujudkan Mimpi “Turning a Deep Chasm Into A Thoroughfare”


Mewujudkan mimpi “turning a deep chasm into a thoroughfare” atau mengubah jurang menjadi jalan raya, dilakukan dengan membangun akses jalan darat. Pada masa lalu, Feri  menjadi penghubung utama bagi orang dan pengangkutan barang di kedua sisi Sungai Kapuas. Seiring perubahan abad, kapal-kapal telah berubah dari sampan kayu menjadi kapal besi modern, namun penduduk setempat masih tidak dapat mengubah kendala terpisahnya dua tempat tersebut dan membangun jembatan penyeberangan sungai telah menjadi impian secara turun-temurun. 
 
Impian penduduk tersebut akhirnya menjadi kenyataan. Jembatan Tayan Merah Putih terletak  di kawasan hutan hujan tropis Kalimantan Barat yang lebat merupakan jembatan lengkung struktur baja terbesar di Indonesia, memiliki desain struktur modern, tampilan yang cantik, dengan konten teknis tinggi. Jalan yang lurus, gapura besi yang menjulang tinggi, dan tiang lampu busur di kedua sisinya tertata rapi. Dari kejauhan terlihat megah dan indah, seperti naga yang muncul dari Sungai Kapuas.
 
Pada peresmian Jembatan Tayan, Presiden RI Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada Tiongkok atas kontribusinya terhadap pembangunan jembatan tersebut.  
 
Pembukaan Jembatan Tayan dinilai berkontribusi guna mengurangi biaya pertukaran orang dan barang lintas selat, membuka kehidupan baru bagi masyarakat di Kalimantan, dan mewujudkan impian masyarakat setempat untuk ”akses yang mudah.”
 
Pada hari dimulainya pengoperasian lalu lintas, sepasang suami istri membawa anaknya yang berusia empat tahun datang dengan mobil selama satu jam untuk melihat jembatan yang sudah terhubung tersebut. Istri yang  bernama  Lini mengatakan, dulu harus mengantre dua jam di penyeberangan Feri setiap kali ingin menyeberangi sungai, tetapi sekarang dia bisa melintasi jembatan dalam waktu 15 menit saja. 
 
"Kami datang untuk berpartisipasi dalam upacara pembukaan, pertama untuk menyaksikan kemegahan jembatan, dan juga untuk berterima kasih kepada para pekerja bangunan dari Tiongkok yang telah bekerja keras,” kata Lini.
 
Menurut salah satu personel China Road and Bridge Corporation (CRBC) sebagai kontraktor Proyek Jembatan Tayan, situasi alam di sekitar proyek Jembatan Tayan tersebut sangat buruk, lalu lintas dan komunikasi tidak nyaman, sumber daya konstruksi pun sangat minim, dan bahkan tidak mungkin untuk mengatur peralatan konstruksi skala besar di lokasi. Setelah melalui diskusi panjang para ahli dari Tiongkok akhirnya mengadopsi metode konstruksi overall lifting, segmen besar dengan risiko rendah dan teknologi yang andal. Konstruktor proyekjuga menyelesaikan seluruh konstruksi jembatan dengan metode konstruksi "sulit dipercaya tapi berhasil" bersama dengan mitra asing lainnya.
 

Jalan Tol Solo-Kertosono, Perbaikan Transportasi untuk Membantu Pertumbuhan Ekonomi


Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono  menghubungkan Kota Solo di provinsi Jawa Tengah dengan Kota Kertosono, di provinsi Jawa Timur. Tol ini terletak di bagian timur-tengah Pulau Jawa yang juga merupakan bagian dari Jalan Tol Jakarta-Surabaya dan bagian dari jalur utama Jalan Tol di Pulau Jawa Indonesia. Total panjang rute proyek adalah 37,39 kilometer. Setelah proyek selesai, jaringan lalu lintas jalan di Pulau Jawa akan semakin baik, hal ini tentu akan memainkan peran penting dalam peningkatan kondisi lalu lintas dan percepatan pembangunan ekonomi lokal. 
 
Pada upacara pembukaan Desember 2018, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa pembukaan jalan tol akan sangat memudahkan warga yang tinggal di sekitar jalur tersebut agar menjadi lebih nyaman , lebih cepat, dan lebih ekonomis dalam bepergian. Diharapkan dengan selesainya jalan tol ini, tingkat perkembangan ekonomi di sepanjang jalur tersebut akan semakin meningkat dan semakin banyak kesempatan kerja yang tersedia. Usai acara pembukaan, Presiden langsung berkendara dari Surabaya menuju Jakarta untuk merasakan kemudahan yang dibawa oleh Jalan Tol Jakarta-Surabaya.
 
Penyelesaian dan pembukaan Jalan Tol Solo-Kertosono tidak hanya memungkinkan masyarakat setempat untuk menikmati perjalanan yang nyaman, akan tetapi juga dapat membawa manfaat yang nyata bagi mereka. Yadu, seorang pemilik toko kelontong berusia 55 tahun di Nganjuk, membuat perhitungan dengan penuh semangat, yakni setelah jalan tol dibuka untuk lalu lintas, ia membeli barang dari Surabaya, menghemat hampir tujuh jam untuk sekali pulang pergi, dengan tarif tol yang juga sangat murah, serta ongkos bahan bakar yang lebih hemat, biaya untuk modal pun akan turun dan bisnisnya dapat tumbuh menjadi lebih baik. 
 

Proyek Tol Tahap III Cileunyi-Sumedang Dawuan, Atasi Kesulitan dan Capai Target


Jalan Tol Bandung Tahap III Cileunyi-Sumedang-Dawuan membutuhkan waktu tiga tahun untuk penyelesaian. Jalan tol ini terletak di Provinsi Jawa Barat dengan panjang 10,5 kilometer, terhubung dengan Jalan Tol Jakarta-Bandung yang telah ada sebelumnya dan merupakan jalan utama menuju bandara baru Bandung.
 
China Road and Bridge Corporation: Kontribusi Kekuatan dan Kebijaksanaan untuk Pembangunan Infrastruktur di Indonesia
Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan meninjau Jalan Tol Bandung Tahap III Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Foto:Dok)
 
Sejak dimulai konstruksi pada 2018, semua staf departemen proyek telah bekerja keras melawan kesulitan dan berpacu dengan waktu, mengatasi faktor-faktor yang tidak menguntungkan, mulai dari pembebasan lahan yang sulit, hingga prosedur peninjauan yang rumit dan kendala pandemi. Akhirnya, proyek ini selesai pada 22 Desember 2021.
 
Menghadapi pandemi covid-19, kantor proyek dengan cepat mengambil tindakan pencegahan, menyesuaikan berbagai tugas dengan waktu yang sesuai, dan memastikan kelancaran penyelesaian proyek, mencadangkan sumber daya terlebih dahulu, dan segera mengatur penempatan staf darurat untuk memastikan kelancaran penyelesaian proyek. 
 
Dengan mengacu pada "Rencana Tanggap Darurat Khusus Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19" dan "Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Pandemi" yang telah disusun secara berurutan, langkah-langkah pencegahan dan pengendalian diterapkan sesuai dengan situasi yang dihadapi, sehingga dapat sepenuhnya menerapkan pedoman tidak ada yang terlewatkan, deteksi dini, pelaporan dini, isolasi dini, dan pengobatan dini. Manajemen Proyek melakukan persiapan awal lewat penyediaan bahan-bahan pencegahan pandemi dan sumber daya darurat, persiapan ruang isolasi, penambahan tenda, dan lainnya.
 
Kantor proyek menerapkan manajemen tertutup sepenuhnya, dan setiap area fungsional menerapkan manajemen jaringan, inspeksi pelacakan, pengukuran suhu harian, dan sterilisasi lokasi. Pada saat yang sama juga mengatur para ahli untuk mengadakan seminar melalui video agar memperkuat pencegahan epidemi dan pengendalian publisitas dan meningkatkan kesadaran karyawan akan perlindungan diri. Banyak karyawan dari Tiongkok yang rela tidak kembali ke negara mereka untuk berlibur dan memilih untuk mengabdikan diri pada pengerjaan konstruksi.
 
Endi Arifin, insinyur Indonesia yang telah bekerja di proyek tol Bandung Tahap III selama dua tahun, mengatakan tindakan pencegahan epidemi yang dilakukan departemen proyek sangat efektif. Mereka mengukur suhu tubuh karyawan setiap hari, dan melakukan tes cepat untuk karyawan yang memiliki gejala flu agar memastikan keselamatan pada seluruh konstruksi proyek. Lebih penting lagi, langkah-langkah pencegahan pandemi yang baik sudah dengan efektif melindungi kesehatan pekerja.
 
“Sebagai insinyur proyek, hal terpenting adalah kinerja dan menjalankan kontrak proyek dengan baik. Sebagai team leader, pencegahan penyakit dan kesehatan karyawan juga menjadi prioritas utama. Kami harus menyelesaikan tugas konstruksi dengan kualitas tinggi, memberikan kontribusi pada pembangunan proyek "Belt and Road" di luar negeri dan juga melakukan pekerjaan dengan baik dalam pencegahan pandemi, serta membawa karyawan pulang dengan selamat,” kata General Manager China Road and Bridge Corporation Indonesia Office Wei Wen.
 
Pada upacara pembukaan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa sebagai bagian penting dari jaringan jalan bebas hambatan di Pulau Jawa, Indonesia, proyek ini akan sangat meningkatkan situasi lalu lintas di wilayah Bandung dan mendorong pembangunan ekonomi lokal setelah beroperasi.
 
"Kami berterima kasih kepada pihak Tiongkok dan semua peserta atas kontribusi positif pada pengerjaan proyek dan proses commissioning proyek sehingga dapat selesai sesuai jadwal," kata Ridwan Kamil.
 

Proyek Jalan Tol Semarang-Demak, Jalan Tol Atlantis di Jawa Tengah


Semarang terletak di bagian utara Provinsi Jawa Tengah, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah dan juga merupakan kota pelabuhan industri penting di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Semarang berkembang pesat dan bisnis ekspornya berkembang. Dengan berkembangnya kota ditambah dengan perubahan iklim global dan naiknya permukaan air laut, kondisi geologi di wilayah Semarang dari tahun ke tahun semakin memburuk dan bencana seperti banjir air laut sering terjadi. 
 
Untuk mengatasi banjir dan memperbaiki kondisi lalu lintas setempat, CRBC berpartisipasi aktif dalam pembangunan proyek jalan tol Semarang-Demak. Proyek ini tidak hanya akan mengurangi kemacetan lalu lintas di sepanjang pantai utara Pulau Jawa dari Semarang hingga Demak, tetapi juga berfungsi sebagai penahan gelombang air laut untuk mengatasi masalah banjir pasang di wilayah pesisir utara seperti Semarang dan Demak. Proyek ini akan menjadi jalan tol tanggul laut pertama di Indonesia yang oleh warga sekitar disebut “Jalan Atlantis” Semarang. 
 
Diyakini dengan selesainya proyek ini maka akan mengurangi bencana banjir di Semarang dan memperbaiki lalu lintas. Di sisi lain, dengan adanya proyek ini persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok juga akan semakin terjalin erat.
 

Berteguh untuk Indonesia, Melayani, dan Bergandengan Tangan untuk Menciptakan Masa Depan yang Cerah bagi Tiongkok-Indonesia


 
China Road and Bridge Corporation: Kontribusi Kekuatan dan Kebijaksanaan untuk Pembangunan Infrastruktur di Indonesia
CRBC berbaur dengan adat dan budaya setempat dan aktif memberikan bantuan kepada masyarakat di dekat lokasi proyek (Foto:Dok)
 
Dalam beberapa tahun ini, dengan adanya perubahan zaman dan ditambah dengan munculnya pandemi menyebabkan situasi ekonomi,  bisnis, dan industri menurun, serta peningkatan faktor ketidakpastian telah menghalangi pemulihan ekonomi dunia. Namun, kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Tiongkok dan Indonesia terus berlanjut. Bertujuan memperdalam perdagangan bilateral, China Road and Bridge Corporation sebagai perwakilan perusahaan dari Tiongkok memberikan banyak dukungan guna peningkatan kerja sama antar kedua negara.
 
Serangkaian proyek kerja sama berkualitas tinggi yang dilaksanakan oleh CRBC di Indonesia telah mendorong produksi lokal baja batangan, semen, pasir, kerikil dan bahan bangunan lainnya, meningkatkan permintaan sewa mesin dan peralatan kelautan, mengatasi masalah ketenagakerjaan puluhan ribu masyarakat setempat, dan secara efektif mendorong perkembangan ekonomi daerah sehingga meningkatkan taraf hidup puluhan ribu keluarga.
 
Dalam pengerjaan konstruksi proyek, China Road and Bridge Corporation menerapkan Sunshine management, dengan menitikberatkan pada manfaat. Semua pemasok dan tim subkontrak profesional tidak diperlakukan berbeda, standar dan kebijakan terpadu, tata letak sistem bantuan konstruksi, manajemen di tempat, rencana konstruksi optimasi, dan lainnya. Dimulai dari bekerja sama untuk mempromosikan pembangunan proyek, menciptakan suasana kerja yang bersih dan tegak, menciptakan tim yang kuat dengan efektivitas tempur, dan memberikan jaminan yang efektif untuk kemajuan proyek yang cepat. 
 
CRBC selalu mengakar di pasar Indonesia, menerapkan lokalisasi dengan kuat, dan secara aktif memenuhi tanggung jawab sosialnya saat melaksanakan proyek.
 
Pertama, adalah dengan melakukan lokalisasi dalam pengerjaan konstruksi. Pada Proyek Jalan Tol Bandung Tahap III terdapat ribuan karyawan yang dipekerjakan, namun hanya sekitar ratusan staf teknis manajemen yang berasal dari Tiongkok. Lebih dari 90 persen adalah karyawan lokal Indonesia. Ketika wabah pandemi terjadi baik kantor maupun lokasi proyek tidak memberhentikan karyawan lokal karena hal ini, dan tetap membayar gaji karyawan secara penuh setiap bulan untuk menstabilkan suasana hati karyawan.
 
Kedua, fokus pada pembinaan talenta lokal. Proyek Jalan Tol Solo-Kertosono telah melatih sekelompok karyawan kunci lokal sesuai dengan kebutuhan konstruksi di lapangan dan manajemen pendukung. Pemimpin tim konstruksi di lokasi semuanya adalah karyawan lokal, dan kepala setiap kantor proyek secara khusus menugaskan seorang karyawan lokal untuk berpartisipasi langsung dalam manajemen harian. Kantor proyek juga melakukan kemitraan dengan universitas lokal untuk menyelenggarakan kerja magang. Melalui metode "guru dan magang," manajer mengajar dengan kata-kata dan tindakan, pekerja mengajar dengan tangan, karyawan Tiongkok dan asing bersaing di panggung yang sama, berhasil mewujudkan "mengajar manusia menangkap ikan."
 
Ketiga, berbaur dengan adat dan budaya setempat. Setiap festival besar, kantor proyek menyelenggarakan kegiatan donasi amal kepada desa-desa, lembaga dan institusi pemerintah untuk memberikan bantuan kepada penduduk setempat yang kekurangan.
 
China Road and Bridge Corporation: Kontribusi Kekuatan dan Kebijaksanaan untuk Pembangunan Infrastruktur di Indonesia
CRBC turut membangun jalan untuk desa sekitar proyek dan menyumbangkan keperluan sekolah setempat (Foto:Dok)
 
Keempat, memperhatikan perkembangan masyarakat lokal. CRBC beberapa kali ikut membangun jalan untuk desa sekitar proyek, menyumbangkan meja, kursi, dan taman bermain untuk sekolah lokal, serta membangun "sumur persahabatan" untuk penduduk desa. Saat wabah pandemi terjadi, CRBC secara giat menyumbangkan paket pencegahan pandemi kepada penduduk desa di sekitar lokasi konstruksi secara gratis sebagai tanda keprihatinan yang mendalam dari perusahaan. 
 
China Road and Bridge Corporation melakukan pekerjaan yang baik dalam proyek-proyek implementasi berkualitas tinggi, dengan fokus mewujudkan jalinan hati dengan masyarakat setempat yang diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia, guna meletakan pondasi yang kokoh dalam pembangunan berkelanjutan perusahaan di daerah setempat, dan membangun citra perusahaan sebagai perusahaan yang bertanggung jawab.
 
Ke depannya, China Road and Bridge Corporation Indonesia Office akan terus menjalankan ”Global Maritim Fulcrum” dengan prakarsa “Belt and Road,” mempertahankan jembatan pertukaran dan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia, serta berusaha berperan aktif untuk menulis babak baru hubungan persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia.
 
(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif