Ilustrasi daun teh. FOTO: MI/Bagus Suryo
Ilustrasi daun teh. FOTO: MI/Bagus Suryo

Potensi Bisnis Teh Sumbar Menggiurkan untuk Dikembangkan

Antara • 20 September 2022 08:16
Padang: Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang Tuty Angraini menilai teh asal Sumatra Barat masih menjanjikan untuk dikembangkan ke depan. Pasalnya terdapat kesesuaian lahan dan iklim yang mendukung.
 
"Dari data yang dipaparkan Dewan Teh Indonesia, Sumbar merupakan daerah penghasil teh nomor tiga di Indonesia, selain untuk konsumsi lokal pasar ekspor juga masih terbuka," kata dia, di Padang, dilansir dari Antara, Selasa, 20 September 2022.
 
Ia menyampaikan hal itu pada pengukuhan Guru Besar Ilmu Teknologi Hasil Kebun dengan orasi ilmiah berjudul Potensi Teh (Camellia Sinensis) Sumatra Barat Sebagai Antioksidan serta Pengaruh Keberadaan Antrhraquinone Sebagai Kontaminan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia Sumatra Barat memiliki sejumlah keunggulan dari sisi iklim karena sebaran curah hujan merata sepanjang tahun sehingga tidak ada perbedaan tegas musim hujan dengan musim kemarau sebagaimana di Pulau Jawa. Ia memaparkan jenis teh yang dihasilkan di Sumbar yaitu teh hitam dari daerah Solok dan teh hijau dari Solok Selatan.
 
Teh hitam merupakan teh yang berasal dari pucuk dan daun muda tanaman yang diolah dengan menggunakan proses oksidasi enzimatis menggunakan prinsip reaksi oksidasi senyawa yang terkandung dalam daun teh dengan oksigen pada udara.
Baca: Pertemuan The Fed Jadi Sorotan Pasar, Rupiah 'Panas Dingin'

Sedangkan teh hijau merupakan teh yang berasal dari pucuk daun muda yang diolah tanpa atau sedikit proses oksidasi enzimatis. Saat ini terdapat tiga pabrik teh yang beroperasi di Sumbar yaitu PTPN VI Danau Kembar, PT Mitra Kerinci, dan Huberta.
 
Akan tetapi, ia mengemukakan, baru-baru ini keluar persyaratan untuk impor teh berdasarkan European Union yang mensyaratkan batas maksimum anthraquinone adalah 0,02 miligram per kilogram, Ia menjelaskan anthraquinone merupakan salah satu kontaminan berasal dari penggunaan zat kimia seperti pupuk dan pestisida yang digunakan teh di lapangan.
 
"Keberadaan anthraquinone dianggap polutan karena seharusnya tidak terdapat pada teh," pungkas dia.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif