Ilustrasi Garuda Indonesia. Foto: dok MI.
Ilustrasi Garuda Indonesia. Foto: dok MI.

Garuda Indonesia Pulangkan 2 Pesawat Bombardier CRJ-1000

Annisa ayu artanti • 02 Agustus 2022 19:51
Jakarta: Maskapai Garuda Indonesia kembali mengembalikan secara bertahap dua dari 18 pesawat Bombardier CRJ-1000. Pengembalian pesawat produksi perusahaan asal Kanada ini merupakan hasil tindak lanjut kesepakatan negosiasi bersama lessor pesawat yakni Nordic Aviation Capital (NAC) serta Export Development Canada (EDC). 
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pengembalian armada juga tersebut merupakan bagian dari strategi restrukturisasi armada yang dijalankan perusahaan, sejalan dengan telah dirampungkannya putusan homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) termasuk intensifikasi rencana strategis perusahaan dalam rangka percepatan pemulihan kinerja.
 
Pengembalian dua pesawat Bombardier CRJ-1000 dengan nomor registrasi PK-GRQ dan PK-GRN tersebut diberangkatkan kemarin pukul 09.00 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju MHIRJ Facility Service Centre, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini turut sejalan dengan komitmen kami untuk semakin cermat dan prudent dalam mengembangkan langkah ekspansi kinerja dengan basis kebutuhan alat produksi yang lebih terukur dan mengedepankan basis landasan cost leadership dalam setiap prosesnya," kata Irfan dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Agustus 2022.
 
Ia menjelaskan saat ini maskapai pelat merah tersebut terus melakukan langkah transformasi guna memperkuat fundamen operasional yang lebih solid. Salah satunya dengan mengoptimalkan utilisasi armada serta penyesuaian alat produksi termasuk spesifikasi pesawat yang disesuaikan dengan segmentasi dan karakteristik pasar.
 
"Sebelumnya pada 19 Juli 2022 lalu kami juga telah mengembalikan satu-satunya armada Boeing 737 Max-8 dengan nomor registrasi PK-GDA kepada lessor Bocomm Leasing di Belanda," imbuhnya. 
 
Baca juga: Kejar Profit, Garuda Tambah Frekuensi Penerbangan

Ia menuturkan, langkah restrukturisasi perusahaan dalam jangka panjang juga dioptimalkan melalui kesepakatan bersama dengan lessor terkait dengan perubahan maupun perpanjangan kontrak sewa, seperti penerapan skema power by-the-hour untuk pembayaran biaya sewa pesawat.
 
Menurutnya, melalui berbagai langkah strategis tersebut, Garuda Indonesia berhasil menekan biaya sewa untuk pesawat narrow body hingga di kisaran 30 persen dan pesawat wide body hingga di kisaran 69 persen. 
 
"Kami juga akan terus mengevaluasi kondisi rute yang beroperasi dengan menyesuaikan jenis armada berdasarkan tingkat keterisian penumpang melalui penggunaan armada wide body untuk rute yang memiliki kontribusi positif pada kinerja perusahaan. Sementara itu, untuk memberikan berbagai alternatif destinasi penerbangan internasional bagi para pengguna jasa, Garuda Indonesia akan mengoptimalkan sinergi bersama dengan airline partner baik melalui skema interline maupun codeshare," pungkasnya.

 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif