Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom/Eko
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom/Eko

Sri Mulyani: Menjaga Daya Beli Demi Pemulihan Ekonomi

M Ilham Ramadhan • 13 September 2022 11:33
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah tetap fokus menjaga momentum pemulihan ekonomi di tengah dinamika perekonomian global. Salah satu upaya yang dilakukan ialah tetap membuat daya beli masyarakat tetap tumbuh positif. 
 
"Fokus kebijakan kita adalah berusaha menjaga momentum pemulihan dengan menjaga daya beli masyarakat agar kenaikan (harga komoditas dan energi) tidak (berdampak) terlalu ekstrem," ujarnya dalam Bloomberg Recovery and Resilience: Spotlight on ASEAN Business, dilansir Media Indonesia, Selasa, 13 September 2022.
 
Upaya menjaga daya beli itu salah satunya dilakukan dengan mempertebal bantuan sosial menyusul kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diputuskan pada awal bulan ini
 
Baca juga: G20 Momentum Baik untuk Dorong Upaya Memerangi Pencucian Uang 

Pengalihan dana subsidi BBM ke perlindungan sosial dinilai dapat tetap menggenjot daya beli masyarakat. Hal tersebut juga dinilai menjadi jalan tengah untuk tetap bisa menjaga keberlanjutan dan kesehatan anggaran negara 
 
"Pada saat yang sama kami juga memastikan bahwa anggaran kami juga aman dan kredibel dan berkelanjutan dalam jangka menengah panjang," jelasnya. 
 
Dia menilai kebijakan tersebut dapat tetap mempertahankan tren pemulihan yang sedang berlangsung di Tanah Air. Pasalnya, pemerintah tetap menyubsidi BBM dan di saat yang sama masyarakat mendapatkan tambahan bantuan sosial agar tetap bisa melakukan konsumsi. 
 
Selain itu, keputusan pengalihan dana subsidi ke bantuan sosial juga dilakukan untuk mengendalikan tingkat inflasi di dalam negeri. Kendati inflasi Agustus yang berada di level 4,6 persen lebih rendah dari Juli (4,9 persen), potensi peningkatan mesti diwaspadai, utamanya dari dampak kondisi global. 
 
"Jadi kita coba pastikan dulu, kalau isunya dari sisi suplai, kita akan bahas dari sisi suplai, tentunya Bank Indonesia sebagai otoritas di sisi moneter juga harus menetapkan kebijakan yang akan berjalan untuk dapat mengelola ekspektasi inflasi serta stabilitas rupiah dalam hal ini," jelasnya. 
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif