Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: Medcom.id/Farhan
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Foto: Medcom.id/Farhan

Garuda Ajak Damai Kreditur, Siapkan 4 Rencana Bisnis

Desi Angriani • 20 Desember 2021 15:37
Jakarta: Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan empat rencana bisnis agar proposal perdamaian yang diajukan dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) diterima oleh kreditur/lessor.
 
"Proposal perdamaian bergantung pada rencana bisnis kita," ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio dalam Public Expose secara virtual, Senin, 20 Desember 2021.
 
Ia memaparkan rencana bisnis terbaru Garuda mengusung tema simple, profitable, dan efisien. Meski demikian, maskapai pelat merah itu tetap menyediakan layanan full service bagi pelanggan.

Berikut empat rencana bisnis Garuda:

  1. Mengoptimalkan rute jaringan perseroan dengan hanya mengoperasikan rute-rute penerbangan yang profitable, khususnya rute domestik dan rute internasional untuk bisnis kargo.
  2. Menyesuaikan jumlah pesawat Garuda dan Citilink agar selaras dengan route network yang telah dioptimalkan dan simplifikasi tipe pesawat untuk efektivitas dan efisiensi operasional.
  3. Melakukan renegosiasi kontrak sewa pesawat dan mengupayakan untuk meraih skema variable cost.
  4. Meningkatkan kontribusi pendapatan kargo melalui optimalisasi belly capacity dan digitalisasi operasional.

"Kami usahakan capital instrumen yang sangat memberikan win-win solution, sehingga bisa dibayar sama bisnis baru kita," terang dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menambahkan, pihaknya hanya akan mengoperasikan armada ke rute-rute yang menguntungkan sembari mendorong frekuensi penerbangan secara perlahan.
 
Beberapa rute yang telah dihapuskan antara lain, rute domestik yakni Bandung-Denpasar. Kemudian rute internasional yang ditutup yakni Hong Kong, Sydney, Narita, Seoul, dan Tiongkok.
 
"Kita menutup rute yang enggak cocok saja dengan kita," imbuh dia.
 
Pada 9 Desember 2021, Pengadilan Niaga mengabulkan permohonan PKPU sementara terhadap Garuda Indonesia yang diajukan oleh PT Mitra Buana Koorporindo. Garuda tidak membayar kewajibannya sebesar Rp4,158 miliar hingga jatuh tempo pada 14 Juli 2021 kepada salah satu krediturnya tersebut.

Berikut jadwal pelaksanaan PKPU sementara Garuda Indonesia:

  1. Jadwal rapat kreditur pertama (21 Desember 2021).
  2. Batas akhir pengajuan tagihan bag kreditur (21 Desember 2022).
  3. Rapat kreditur untuk verifikasi pajak dan pencocokan piutang (19 Januari 2022).
  4. Rapat pembahasan rencana perdamaian sekaligus rapat pemungutan voting atas proposal perdamaian atau usulan perpanjangan PKPU (20 Januari 2022).
  5. Sidang permusyawaratan majelis hakim pemutus perkara (21 Januari 2022).

 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif