Harga pertalite tidak berubah alias tetap. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Harga pertalite tidak berubah alias tetap. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

Pertamax Naik, Harga Pertalite Masih Rp7.650/Liter

Annisa ayu artanti • 31 Maret 2022 22:25
Jakarta: PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memberlakukan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis pertalite dan solar tidak berubah alias tetap. Harga pertalite dan solar masing-masing tetap sama yakni Rp7.650 per liter dan Rp5.150 per liter.
 
"BBM subsidi seperti pertalite dan solar subsidi tidak mengalami perubahan harga atau ditetapkan stabil," ungkap Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting, melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 31 Maret 2022.
 
Irto mengatakan, kedua bahan bakar ini dikonsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia sebesar 83 persen. Tetapnya harga ini merupakan kontribusi Pemerintah bersama Pertamina dalam menyediakan bahan bakar dengan harga terjangkau.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Pertamina resmi menaikkan harga BBM jenis pertamax menjadi Rp12.500 per liter atau naik dari harga sebelumnya yang sebesar Rp9.000 per liter. Harga baru tersebut akan berlaku 1 April 2022 mulai pukul 00.00 waktu setempat.
 
Baca juga: Tok! Harga Pertamax Naik Jadi Rp12.500 Mulai Besok
 
Sebelumnya, Pemerintah telah menerapkan BBM dengan kadar RON 90 atau pertalite sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Artinya pemerintah menugaskan Pertamina untuk menyediakan pertalite dengan volume dan harga tertentu untuk didistribusikan ke seluruh wilayah NKRI.
 
Selisih antara harga jual dan harga keekonomiannya, dikompensasi oleh pemerintah. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan penetapan tersebut berdasarkan Kepmen ESDM No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tanggal 10 Maret 2022 tentang JBKP.
 
"Dapat kami sampaikan sebagai berikut pertama, bensin RON 90 ditetapkan sebagai JBKP," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR-RI, Selasa, 29 Maret 2022.
 
Ia menjelaskan, kuota pertalite tahun ini ditetapkan sebanyak 23,05 juta kiloliter. Sementara realisasi penyaluran pertalite sampai dengan Februari 2022 adalah 4,258 juta kiloliter. Penyaluran tersebut sudah melebihi kuota Februari 18,5 persen secara year to date.
 
Pemerintah memperkirakan konsumsi pertalite akan terus meningkat hingga akhir tahun. Estimasi over kuota 15 persen tersebut menjadi 26,5 juta kiloliter dari kuota yang ditetapkan 23,05 juta kiloliter.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif