Ilustrasi DBS Indonesia - - Foto: dok AFP
Ilustrasi DBS Indonesia - - Foto: dok AFP

DBS Proyeksikan Inflasi RI Naik Jadi 3,6%

Antara • 19 Mei 2022 13:06
Jakarta: DBS Group Research menaikkan proyeksi inflasi Indonesia pada 2022 menjadi 3,6 persen (year on year/yoy) dari sebelumnya di 3,0 persen.
 
Kenaikan proyeksi ini seiring meningkatnya harga sejumlah komoditas energi serta dampak normalisasi kegiatan ekonomi di tengah pandemi covid-19 yang terkendali.

 
"Melalui peningkatan harga ritel domestik secara sebagian, serta efek tidak langsung dan normalisasi permintaan setelah pandemi mereda, mendorong kami untuk merevisi perkiraan inflasi kami untuk 2022 menjadi 3,6 persen secara tahunan dari 3,0 persen saat ini," kata Ekonom Senior DBS Radhika Rao dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 19 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Radhika menyebut pergerakan inflasi akan menjadi perhatian utama bagi Indonesia tahun ini. Momentum peningkatan inflasi timbul karena periode konsumsi tinggi selama Lebaran 2022 yang ditambah dengan dampak diperbolehkannya mudik oleh pemerintah sejak pandemi melanda Indonesia.
 
Inflasi juga terdorong karena meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pertamax, yang hampir bersamaan dengan peningkatan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar satu persen dari 10 persen menjadi 11 persen.
 
"Kenaikan pajak pertambahan nilai sebesar satu persen sejak April diperkirakan akan meningkatkan inflasi tahunan sebesar 0,5 persen,” ujarnya.
 
Sementara itu, penurunan jumlah kasus virus korona juga telah meningkatkan mobilitas, memperbaiki prospek pekerjaan dan meningkatkan kepercayaan, namun di sisi lain menambah tekanan terhadap harga akibat kurangnya pasokan.
 
DBS merangkum beberapa faktor yang akan mendorong inflasi pada tahun ini, antara lain, penghapusan patokan harga tertinggi minyak goreng, kenaikan harga BBM pertamax, kenaikan harga BBM pertadex sebesar 23 persen pada Maret 2022, kenaikan harga gas Elpiji 12 kg.
 
Kemudian, DBS juga menyebutkan terdapat kemungkinan kenaikan harga BBM pertalite. Selain itu, pendorong inflasi adalah perusahaan atau produsen akan menaikkan harga setelah Lebaran, peningkatan indeks harga pangan global termasuk minyak goreng dan gandum.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif