SPKLU berkapasitas 300 KW tersebut penting karena banyak mobil kepala negara yang membutuhkan daya lebih besar. Sementara SPKLU yang ada saat ini berkapasitas 150 kiloWatt (kW) alias belum memadai.
"Kami bekerja sama dengan Hyundai berapa banyak dibutuhkan. Karena ada perbankan Korea itu mau kasih grant itu. Ini akan kami fokuskan di Bali. Di situ, ada mobil kepala negara yang berbasis listrik yang lumayan besar listriknya, jadi kita akan punya ultra fast charging," ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dalam keterangan resmi, Rabu, 15 Desember 2021.
Ia menjelaskan penambahkan daya mobil listrik di SPKLU berdaya 150 kW membutuhkan waktu sekitar satu jam, sedangkan SPKLU berdaya 300 kW hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit.
"Kami mengambil bagian penting dalam aspek ini. Kami saat ini terus aktif mengembangkan iklim kendaraan listrik. Dengan adanya ekosistem maka percepatan kendaraan listrik bisa segera dicapai," kata Bob.
Dari 14.400 unit kendaraan listrik yang telah beroperasi, sekitar 12 ribu di antaranya adalah motor listrik dan 1.656 unit merupakan mobil listrik. PLN sendiri memiliki 63 unit SPKLU yang tersebar di Jawa, Bali dan Sumatra.
"Tahun depan kita akan masif menambah SPKLU ini. Khususnya di jalan tol. Untuk di Jawa Bali tahun depan akan kami tambah dan juga untuk di Tol Sumatra, sehingga para pemilik kendaraan listrik tak lagi ragu untuk menggunakan kendaraan listriknya. Pasokan listriknya aman," tambah dia.
Pada perhelatan G20, pemerintah menunjuk Hyundai untuk menghadirkan kendaraan listrik sebagai official car bagi para pemimpin negara. Hyundai pun berencana mengeluarkan dua tipe mobil listrik besutan baru.
Chief Operating Officer Hyundai Motor Asia Pasific Lee Kang Hyun menjelaskan kerja sama dengan PLN dalam mensukseskan acara G20 merupakan pilot project untuk memasifkan penggunaan kendaraan listrik.
"Pemerintah menunjuk hyundai untuk menyediakan mobil listrik untuk perhelatan G20 nanti. Kita akan mempersembahkan untuk G20, mobil listrik G80, yang special edition. Lalu, mobil listrik yang dipabrikasi di Cikarang, Ionic 5, itu yang akan dipakai dalam G20," ujar Lee.
Ia menjelaskan ajang ini menjadi showcase penggunaan mobil listrik yang juga sebagai salah satu simbol tema utama G20 yaitu transisi ke energi bersih.
"Kami bahas dengan Pemerintah Provinsi Bali dan PLN terkait ketersedian infrastruktur listrik. Kita bisa bikin jadi contoh kalau bisa mendorong mobil listrik di Bali. Kalau ini berhasil, ini bisa menyebarluaskan di kota lain," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News