Ilustrasi minyak goreng - - Foto: MI/ Adi Kristiadi
Ilustrasi minyak goreng - - Foto: MI/ Adi Kristiadi

Larangan Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng Berlaku Mulai Besok

Ekonomi kenaikan harga Ekspor minyak goreng Ekspor CPO Minyak Goreng Curah CPO Sawit Bahan Baku Minyak Goreng
M Ilham Ramadhan • 27 April 2022 18:49
Jakarta: Pemerintah bakal melarang sementara kegiatan ekspor minyak goreng atau refined, bleached, deodorized (RBD) Palm Olein mulai Kamis, 28 April 2022. Kebijakan itu akan berlaku hingga harga minyak goreng curah di tingkat konsumen mencapai Rp14 ribu per liternya.
 
RBD Palm Olein merupakan hasil rafinasi dan fraksinasi Crude Palm Oil (CPO) dan menjadi bahan baku minyak goreng. Adapun pelarangan ekspor RBD Palm Olein diberlakukan pada tiga harmonized system (HS) kode, yakni 1511.9036; 1511.9037; dan 1511.9039.
 
"Untuk yang lain tentunya diharapkan para perusahaan masih tetap membeli tandan buah segar (TBS) dari petani sesuai dengan harga yang wajar," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, dikutip Rabu, 27 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menambahkan, pelarangan ekspor RBD Palm Olein berlaku untuk seluruh produsen yang menghasilkan produk RBD Palm Olein. Nantinya pengawasan implementasi kebijakan itu akan dilakukan oleh Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu dan Satgas Pangan.
 
"Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai peraturan UU, pengawasan terus menerus juga dilakukan selama libur Idulfitri," kata Airlangga.
 
Selain itu, lanjutnya, pelarangan ekspor RBD Palm Olein tiga HS kode itu tidak melanggar peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). Menurut Airlangga, langkah yang diambil pemerintah masih sesuai dengan ketentuan, yakni membatasi sementara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

 
Untuk mendukung kebijakan pelarangan ekspor RBD Palm Olein itu, pemerintah akan meminta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk melakukan pendistribusian minyak goreng. Dengan begitu diharapkan harga minyak goreng curah Rp14 ribu per liter bisa cepat merata dan terealisasi.
 
"Jadi kepada produsen yang biasanya mengekspor, tidak punya jaringan distribusi, sehingga diberikan penugasan kepada Bulog untuk melakukan distribusinya," jelas Airlangga.
 
Lebih lanjut, kata dia, pemerintah akan mengevaluasi kebijakan pelarangan ekspor itu secara berkala. Ketentuan itu juga disebut akan menyesuaikan perkembangan yang ada nantinya.

 
Sebelum pelarangan ekspor RBD Palm Olein, pemerintah telah meramu berbagai kebijakan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri. Pertama, pemerintah mencoba meluncurkan minyak goreng sederhana Rp14 ribu per liter, dimulai sejak Januari 2022 hingga Juni 2022.
 
Untuk menyediakan minyak goreng kemasan sederhana itu, pengambil kebijakan menggelontorkan dana subsidi yang ditarik dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kedua, pemerintah menetapkan Domestic Market Obligation (DMO) 20 persen dan Domestic Price Obligation (DPO).
 
Namun setelah kebijakan itu berlaku, minyak goreng menjadi langka dan masyarakat justru tak dapat mengakses komoditas tersebut. Karena itu, pemerintah melepas Harga Eceran Tertinggi (HET) pada minyak goreng premium, mengikuti mekanisme pasar. Sedangkan HET minyak goreng curah ditetapkan Rp14.000 per liter.

 
Namun nyatanya, hingga saat ini di sejumlah wilayah masih ditemui harga minyak goreng curah yang tidak sesuai dengan HET. "Di beberapa tempat harga minyak goreng curah masih di atas Rp14 ribu per liter," kata Airlangga.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif