Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Medcom.id/Roni
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Medcom.id/Roni

Strategi Ridwan Kamil Menormalkan Aktivitas Ekonomi Jabar

Ekonomi ridwan kamil ekonomi daerah Sarana Multi Infrastruktur PT SMI Pemulihan Ekonomi
Annisa ayu artanti • 27 Juli 2020 14:20
Jakarta: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil membuka secara bertahap aktivitas perekonomian di Jawa Barat. Ia memulainya dengan aktivitas ekonomi yang memiliki tingkat risiko rendah.
 
"Buka ekonomi risiko rendah yakni industri perkantoran, pertanian. Baru kedua pembukaan ekonomi risiko kesehatan tinggi yakni perdagangan, mal, pariwisata," kata Ridwan saat Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dan Jabar dengan PT SMI tentang Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin, 27 Juli 2020.
 
Ridwan menjelaskan keputusan membuka secara bertahap aktivitas perekonomian lantaran Jawa Barat menjadi provinsi yang memiliki ancaman tertular covid-19 sangat tinggi. Jawa Barat memiliki jumlah penduduk terbesar yakni 50 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu untuk meminimalisir penularan Pemprov Jabar sangat mengatur Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan melakukan tes PCR secara massif. Saat ini hasil PCR (Polymerase Chain Reaction) tes Jawa Barat menjadi tertinggi setelah Jakarta dengan jumlah 110 ribu.
 
Selain itu, Pemprov juga menggunakan referensi Goldman Sachs bahwa pemberlakuan pembatasan wilayah dan pemakaian masker itu sama.
 
"Lockdown dengan pakai masker itu sama, menurunkan epidemiologi covid-19. Bedanya, lockdown tambah hancur ekonomi, kalau pakai masker tidak. Makanya sekarang kami buka semua ekonomi di Jabar, asal warganya tertib pakai masker," ujarnya.
 
Dalam menerapkan aturan wajib memakai masker tersebut, Pemprov Jabar memberlakukan denda kepada warganya yang melanggar.
 
"Kami mulai berlakukan denda ke mereka yang tidak terkena masker Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Bukan untuk buat cari uang. Sekadar instrumen menegakkan disiplin supaya tidak turun," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif