Sebagian besar ekspor gula merah dari Yogyakarta untuk memenuhi kebutuhan pasar Amerika Serikat (Foto:MI/Rommy Pujianto)
Sebagian besar ekspor gula merah dari Yogyakarta untuk memenuhi kebutuhan pasar Amerika Serikat (Foto:MI/Rommy Pujianto)

Gula Merah Produksi Yogyakarta Melejit ke Pasar Dunia

M Studio • 19 April 2020 23:58
Jakarta: Di tengah pandemi korona, hasil olahan komoditas perkebunan tetap dilirik dan diminati pasar dunia, khususnya olahan dari kelapa. 
 
Menurut data Balai Karantina Pertanian Kelas II DI Yogyakarta, produk unggulan kelapa Yogyakarta berupa gula merah kelapa selama bulan Januari hingga Maret 2020 diekspor ke beberapa negara dengan volume ekspor mencapai 311 ton dan nilai ekspor sebesar Rp19,27 miliar.
 
Sebagian besar ekspor tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar Amerika Serikat. Sisanya diekspor ke Jerman, Inggris, Serbia, Malaysia, Australia, Hong Kong, dan Turki. 

“Indonesia yang dikenal sebagai negara utama penghasil kelapa terbesar di dunia saat ini, seharusnya dapat memanfaatkan peluang emas yang terbuka sangat lebar sebagai salah satu cara menggenjot arus ekspor barang atau produk Indonesia di pasar internasional dengan lebih efisien,” kata Dirjen Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono, di Jakarta, Minggu, 19 April 2020.
 
Para petani dan pelaku usaha gula merah kelapa atau aren diharapkan dapat meningkatkan kualitas olahan produknya sehingga dapat memiliki nilai tambah dan berdaya saing.
 
Saat ini, kata Kasdi, juga mulai bergeliat dalam membuka jendela perdagangan global melalui ekspor gula merah ke mancanegara karena kebutuhan gula untuk diet dan kesehatan semakin meningkat.
 
Gula merah, khususnya dalam bentuk bubuk atau gula semut, memiliki kandungan gula atau glukosa lebih rendah dibandingkan jenis gula lainnya. Gula semut juga sangat dianjurkan bagi penderita penyakit diabetes agar kadar gula dalam darah dapat terkontrol.
 
Berdasarkan data BPS yang diolah Ditjen Perkebunan 2020 bahwa volume ekspor kelapa Indonesia hingga Februari 2020 mencapai 333,93 ribu ton dengan nilai ekspor USD171,23 juta. Volume ekspor ini meningkat 16,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 yang hanya sebesar 286,72 ribu ton.
 
Gula merah merupakan komoditas dagang Indonesia yang saat ini sedang menjadi komoditas ekspor potensial. Pertumbuhan pangsa pasar dunia untuk komoditas gula merah baik itu yang berbentuk koin padat, bubuk/gula semut, maupun berbentuk kristal, dipercaya selalu meningkat dari tahun ke tahun.
 
“Walaupun saat ini perdagangan dunia sedang mengalami kendala yang disebabkan pandemic korona, Ditjen Perkebunan meyakini permintaan akan produk-produk pangan yang dikonsumsi untuk kesehatan dan diet seperti gula merah selalu konsisten dibutuhkan pasar dunia. Tinggal bagaimana strategi yang tepat untuk menjaga akses pasarnya tetap terbuka. Tentunya dengan koordinasi yang intensif goverment to goverment (g to g), goverment to bussiness (g to b), dan bussiness to bussiness (b to b) atau melalui perwakilan dagang Indonesia di luar negeri,” ucap Kasdi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan