Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

PLN Duduki Peringkat Teratas sebagai Perusahaan Listrik Rendah Emisi

Ekonomi PLN perubahan iklim Emisi Karbon Nol Emisi Karbon
Antara • 03 Desember 2021 12:33
Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) menduduki peringkat teratas di Asia Tenggara dan Asia Selatan dalam The WBA Electric Utilities Benchmark 2021 sebagai perusahaan listrik yang melakukan transisi rendah karbon.
 
Executive Vice President Komunikasi Korporat PLN Agung Murdifi mengatakan pemeringkatan ini memberikan semangat tambahan dalam melakukan transformasi dan mengejar target netralitas karbon pada 2060.
 
"Dalam jangka pendek, kita bisa melihat RUPTL 2021-2030. Hal ini menjadi komitmen kami mendorong pengembangan energi baru terbarukan," ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat, 3 Desember 2021.
 
The WBA Electric Utilities Benchmark 2021 menyajikan peringkat 50 perusahaan listrik dunia berdasarkan penilaian terhadap komitmen menekan emisi karbon. PLN menempati peringkat ke-30 di atas perusahaan-perusahaan listrik di Asia Tenggara.
 
Ajang ini menggunakan metodologi pendekatan transisi rendah karbon (ACT), seperti TNB (Malaysia) dan EGAT (Thailand).
 
ACT menilai kesiapan perusahaan dalam bertransisi ke ekonomi rendah karbon. Tujuannya untuk mendorong perusahaan menjaga perubahan suhu sebesar 1,5 celsius yang dilihat dari model bisnis, investasi, operasi, dan manajemen emisi gas rumah kaca.

Pendekatan Dekarbonisasi Sektoral

ACT dibangun di atas Pendekatan Dekarbonisasi Sektoral (SDA) yang dikembangkan oleh Science-Based Targets Initiative (SBTi) untuk membandingkan keselarasan perusahaan dengan jalur rendah karbon. WBA Electric Utilities Benchmark 2021 mengapresiasi target nol emisi PLN yang dianggap merupakan peningkatan positif bagi pencapaian tujuan Perjanjian Paris.
 
Agung mengatakan pihaknya mendukung penuh program dekarbonisasi yang diusung pemerintah guna menghadirkan ruang hidup yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dengan menggunakan skenario Business As Usual (BAU), Indonesia diperkirakan memberikan kontribusi empat miliar ton karbon dioksida per tahun pada 2060 sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
 
"PLN memiliki peran penting dalam menggerakkan pertumbuhan energi hijau di Indonesia. Kami berkomitmen untuk melakukan dekarbonisasi," pungkas Agung.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif