Rumput Laut. Foto : Medcom.id.
Rumput Laut. Foto : Medcom.id.

Budi Daya Rumput Laut di NTT Baru Capai 11 Ribu Hektare

Ekonomi rumput laut NTT
Antara • 06 Januari 2021 14:01
Kupang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat budi daya rumput laut di provinsi berbasiskan kepulauan itu mencapai 11 ribu hektare dari total potensi mencapai 54 ribu hektare.
 
"Rumput laut di NTT saat ini baru dimanfaatkan 35 persen atau sekitar 11 ribu hektare, karena itu kita terus dorong agar ke depan terus bertambah," kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dikutip dari Antara, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Ia menjelaskan rumput laut yang dikembangkan di NTT merupakan jenis eucheuma cottonii yang menghasilkan karagenan yang merupakan bahan baku penting dalam industri makanan, kosmetik, dan obat-obatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rumput laut di NTT juga adalah ekspor nomor dua di Indonesia sehingga merupakan sektor usaha yang sangat potensial untuk dikembangkan. Ia menjelaskan dalam catatan Pemprov NTT produksi rumput laut yang pada 2019 mencapai 2,3 juta ton rumput laut basah.
 
Untuk itu pihaknya mendorong secara serius peningkatan usaha budi daya rumput laut di masyarakat dengan menyalurkan bantuan hibah peralatan dan bibit rumput laut kepada pembudidaya.
 
Gubernur Viktor juga mendorong pemerintah di daerah-daerah potensial penghasil rumput laut agar melakukan pembenahan sehingga bisa menarik minat investasi.
 
Ia menyebutkan salah satunya berkaitan dengan kemudahan berinvestasi dan menciptakan lingkungan bisnis yang bersahabat bagi investor, selain menyiapkan sumber daya manusia petani secara baik.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif