Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tengah menggunakan alat GeNose - - Foto: Antara/ Fauzan
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi tengah menggunakan alat GeNose - - Foto: Antara/ Fauzan

GeNose Resmi Jadi Alat Tes Covid-19 untuk Perjalanan Kereta

Ekonomi kereta api Kementerian Perhubungan pemeriksaan covid-19
Insi Nantika Jelita • 26 Januari 2021 14:29
Jakarta: Pemerintah resmi menetapkan penggunaan alat pendeteksi covid-19 Gajah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19 sebagai syarat perjalanan kereta api. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 11 tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Pandemi Covid-19.

"Penggunaan GeNose berlaku pada 5 Februari. Untuk penumpang bus hanya random checking," ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati dikutip dari Mediaindonesia.com, Selasa, 26 Januari 2021.
 
Aturan itu tertuang dalam poin keempat SE 11/2021 yang menyebut dalam pengendalian transportasi di bidang perkeretaapian bagi individu yang melakukan perjalanan dengan menggunakan moda transportasi tersebut wajib memenuhi persyaratan kesehatan.
 
"Menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan GeNose test atau rapid test antigen atau RT-PCR yang menyatakan negatif covid-19. Sampel hasil tes tersebut diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan untuk perjalanan kereta api antarkota di Pulau Jawa dan Sumatra," tulis SE tersebut.

 
Dalam SE itu juga disebutkan penumpang tidak diperkenankan berbicara satu maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung selama perjalanan. Kemenhub juga meminta penumpang tidak diperkenankan makan dan minum selama waktu perjalanan kurang dari dua jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dijelaskan juga hasil rapid test antigen atau RT-PCR pelaku perjalanan menunjukan gejala, maka tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
 
Kemudian, bagi pelaku perjalanan di bawah umur 12 tahun tidak diwajibkan untuk menyertakan hasil tes RT-PCR atau rapid test antigen sebagai syarat perjalanan. GeNose sudah mendapatkan Izin Edar dari Kementerian Kesehatan.

 
Dijelaskan, pengambilan sampel dari GeNose C19 berupa embusan napas dan hasil tes dapat langsung diketahui hanya dalam waktu tiga menit. Tarifnya pun diperkirakan berkisar Rp20 ribu untuk satu kali tes dengan akurasi di atas 90 persen.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif