ilustrasi. Medcom.id
ilustrasi. Medcom.id

Legislator: Subsidi BBM Harus Direlokasi ke Rakyat Miskin

Al Abrar • 06 September 2022 12:43
Jakarta: Keputusan Presiden Joko Widodo menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diebut sudah tepat. Hal itu lantaran BBM subsidi jenis Pertalite sejauh ini lebih banyak dinikmati orang mampu, bahkan total BBM subsidi yang dikonsumsi mereka mencapai sekitar 70-80 persen.
 
Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menilai, masyarakat miskin selama ini kurang menikmati subsidi pemerintah lewat BBM karena mereka tidak memiliki kendaraan.
 
"Maka dari itu harga BBM harus disesuaikan. Karena subsidi yang selama ini dikeluarkan tidak tepat sasaran atau untuk orang mampu sehingga perlu dialihkan. Sebab kan tidak adil. Bagaimana dengan mereka yang tidak punya kendaraan? Jadi, subsidi dikurangi dan direlokasi untuk yang tidak punya kendaraan,” kata Sugeng dalam keterangan, dikutip Selasa, 6 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politiskus Partai NasDem ini menyebut, porsi terbanyak pengguna Pertalite bukan sepeda motor atau kendaraan umum yang semestinya mendapatkan BBM bersubsidi. Namun, pengguna Pertalite terbanyak adalah mobil pribadi milik orang mampu. 
 
Mengutip data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik dari total alokasi kompensasi Pertalite Rp93,5 triliun yang dianggarkan di APBN (sesuai Perpres 98), 86 persen atau Rp80,4 triliun dinikmati rumah tangga dan sisanya 14 persen atau Rp13,1 triliun dinikmati dunia usaha.
 
Baca: Kenaikan Harga BBM, Pengamat: Harusnya Sejak Dahulu
 
Namun, Lanjut Sugeng, dari Rp80,4 triliun yang dinikmati rumah tangga, ternyata 80 persen di antaranya dinikmati rumah tangga mampu sedangkan 20 persen dinikmati rumah tangga tidak mampu.
 
Begitu juga dengan Solar dari total subsidi dan kompensasi Rp143,4 triliun, sejumlah 11 persen atau Rp15 triliun dinikmati rumah tangga dan sisanya yaitu 89 persen atau Rp127,6 triliun dinikmati dunia usaha. Dan untuk kategori rumah tangga yang menikmati, itu pun 95 persen adalah rumah tangga mampu, sehingga hanya 5 persen rumah tangga tidak mampu yang menikmati solar subsidi.
 
Selain tidak tepat sasaran, Sugeng juga menerangkan, bahwa saat ini BBM subsidi sudah sangat memberatkan. Untuk itu, jika BBM tidak dinaikkan maka bisa mempengaruhi keuangan negara. Alasannya, karena harga minyak dunia jauh melebihi proyeksi awal APBN 2022. Selain itu, harga BBM saat ini jauh dari harga keekonomian.
 
“Keuangan negara harus kita akui jebol. Hari ini dengan kuota 23 juta kiloliter itu asumsinya semua meleset. Indonesian Crude Price (ICP) yang semula dipatok 63 dolar AS/barel meleset menjadi rata-rata 104,9 dolar AS/barel,” jelasnya.
 
Senada dengan Sugeng, Ekonom senior Faisal Basri menuturkan sebagian besar masyarakat mampu yang menikmati BBM bersubsidi selama ini. Olehnya itu, Faisal Basri meminta pemerintah konsisten melakukan pengurangan subsidi BBM karena terlalu mahal untuk terus ditumpuk. 
 
“98,7 persen pengguna BBM subsidi merupakan mobil pribadi. Jenis BBM bersubsidi yang diperuntukkan kepada orang tidak mampu justru sebagian besar dinikmati masyarakat kaya. Pengurangan subsidi BBM harus dilakukan dengan konsisten karena ongkos sosial, fiskal dan lingkungannya terlalu mahal untuk terus menerus ditumpuk,” kata Faisal Basri seperti dikutip dari Channel YouTube, Selasa, 6 September 2022. 
 
Faisal menegaskan, kenaikan harga BBM adalah fenomena global, dimana hampir semua negara, termasuk produsen besar seperti Arab Saudi sudah menaikkan harga BBM. “Harga di Indonesia lebih murah dibandingkan Arab Saudi,” ujarnya.
 
Dijelaskan Faisal Basri, harga BBM bersubsidi di Indonesia amat jauh dari harga keekonomiannya. Subsidi solar lebih dari Rp10 ribu per liter dan Pertalite Rp 7.100 per liter. Faisal pun menyarankan agar harga BBM subsidi yang telah dinaikan Pemerintah tidak terlalu membebani rakyat. 
 
“Berapa pun kuota BBM bersubsidi tidak akan pernah cukup. Gunakan semua instrumen untuk meringankan beban rakyat,” ujarnya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif