Ilustrasi. FOTO: dok MI
Ilustrasi. FOTO: dok MI

Lho-Lho Para Menteri Pertanian G20 Diajak Turun ke Sawah Indonesia, Mau Ngapain?

Antara • 30 September 2022 07:17
Tabanan: Kementerian Pertanian RI yang mewakili Pemerintah Indonesia pada rangkaian Pertemuan Menteri Pertanian (AMM) G20 di Bali mengajak para delegasi asing melihat langsung praktik pertanian berkelanjutan di Jatiluwih, Tabanan.
 
Mengutip Antara, Jumat, 30 September 2022, kegiatan itu, yang diikuti oleh puluhan delegasi asing dari negara anggota G20, enam negara undangan, dan petinggi organisasi internasional seperti Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) Qu Dongyu, merupakan rangkaian terakhir AMM G20 yang berlangsung pada 27-29 September 2022.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertanian RI Kasdi Subagyono yang mendampingi para delegasi menyampaikan pihaknya memperlihatkan sistem bertani tradisional di Jatuluwih yang berkelanjutan dan tangguh terutama saat menghadapi ancaman dampak perubahan iklim.
 
"Di sini praktik-praktik pertanian yang sangat ramah lingkungan, dan (mampu) mengantisipasi perubahan iklim, dan instrumen yang penting di sini, yaitu irigasi Subak. (Berkat Subak) air senantiasa tersedia. Kalau air tersedia pada kondisi perubahan iklim apapun, kita tetap bisa menanam," tuturnya.
Baca: Meski Ada Krisis Global, Kadin Pede Investasi Bakal Terus Ngalir ke Tanah Air

"Kami mau memberi contoh itu (kepada para delegasi G20)," tambah Kasdi yang mewakili Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan itu, Kasdi menjelaskan, kompleks persawahan di Jatiluwih, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO sejak 2012, merupakan sawah terasering terbesar dan penghasil beras berkualitas tinggi.

 
"Tempat ini (kompleks sawah di Jatiluwih) sudah dimodifikasi dari sloping area -lahan yang miring- diubah jadi teras, dan yang lebih penting terasnya digunakan untuk budi daya padi," tuturnya.
 
"Biasanya, di daerah-daerah seperti ini (area miring), yang dominan lahan kering, tetapi di sini (Jatiluwih) lahan beririgasi. Saya yakin di sini bisa setahun tiga kali panen, karena air ada terus," pungkasnya.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif