Swasembada Beras. Foto: Medcom.id.
Swasembada Beras. Foto: Medcom.id.

Swasembada Beras Indonesia Jadi Kado HUT RI

Antara • 15 Agustus 2022 15:49
Jakarta: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengapresiasi capaian swasembada beras Indonesia selama tiga tahun berturut-turut karena menjadi kado istimewa pada Hari Ulang Tahun ke-77 tahun Republik Indonesia.
 
baca juga: Indonesia Terima Penghargaan dari IRRI Atas Keberhasilan Swasembada Beras

"Saya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pencapaian Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan beras di masa pandemi covid-19 tanpa impor. Indonesia dipandang sebagai negara yang mampu berswasembada sekaligus memiliki resiliensi ketangguhan menghadapi covid-19. Penghargaan ini menjadi hadiah hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77," kata Arif dikutip dari Antara, Senin, 15 Agustus 2022.
 
Arif menyebut capaian ini merupakan akumulasi dan kerja keras semua pihak, termasuk upaya jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengimplementasikan semua arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan produksi selama pandemi.
 
"Di antaranya pengembangan varietas unggul, intensifikasi dan ekstensifikasi, pemupukan yang lebih baik dan bijak, membangun bendungan, memperbaiki saluran irigasi, memanfaatkan sistem mekanisasi, pemberian kredit usaha rakyat dan pendampingan penguatan kelembaban petani," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Arif, semua program tersebut telah meningkatkan produktivitas padi nasional sehingga produktivitas Indonesia berada di urutan kedua tertinggi di Asia Tenggara dan menyebabkan ketersediaan beras Indonesia relatif aman serta mencukupi.
 
"Bahkan data survei stok beras yang dilakukan BPS berada di kisaran 9,7 juta ton hingga 10,2 juta ton pada periode April hingga Juni 2022. Kita berterima kasih kepada para petani yang telah bekerja keras untuk mencapai swasembada ini," katanya.
 
Meski demikian, kata Arif, Indonesia masih dihadapkan pada banyaknya jumlah penduduk dan tingginya konsumsi beras perkapita selama lima tahun terakhir. Dia menjelaskan bahwa Indonesia perlu bekerja lebih keras untuk mengoptimalkan semua lahan intensifikasi, ekstensifikasi, maupun program diversifikasi pangan berbasis bahan pangan lokal.
 
"Kita harus produktifkan lagi pertanian di lahan marginal seperti lahan rawa, lahan eks tambang, lahan pasang surut, dan lahan dengan salinitas tinggi. Semua perlu dicarikan terobosan teknologi yang lebih feasible," katanya.
 
Arif juga mengatakan perlunya menekan laju konversi lahan sawah produktif sebagai bagian dari upaya peningkatan ketersediaan pangan nasional. Kemudian diperlukan juga upaya penurunan food loss and food waste untuk mencapai pertanian yang presisi.
 
"Kita perlu menekan food lose yang saat ini mencapai kurang lebih 9-11 persen. Kita juga harus bisa mengubah perilaku konsumen untuk bisa menekan food waste yang saat ini kontribusinya hingga sampai sembilan persen," kata Arif. 
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif