Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Bank Sinarmas Dorong Literasi untuk Tingkatkan Keamanan Bertransaksi

Eko Nordiansyah • 15 September 2022 21:45
Jakarta: PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) mendorong peningkatan literasi keamanan siber untuk masyarakat demi keamanan bertransaksi. Apalagi saat ini penggunaan layanan perbankan digital semakin marak sehingga perlu dibarengi dengan pemahaman literasi yang mumpuni.
 
Bank Sinarmas berkolaborasi dengan Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN) menyelenggarakan Wreck Information Technology 3.0 atau Wreck-IT 3.0 dengan mengusung tema 'Go Deep Into Cyber-Physical Security, Towards Resilient Cyber Environment'.
 
"Ini wujud komitmen Bank Sinarmas terhadap literasi keamanan siber masyarakat khususnya keamanan bertransaksi menggunakan jaringan internet," ujar Direktur Utama Bank Sinarmas Frenky Tirtowijoyo di Jakarta, Kamis, 15 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kegiatan yang dilaksanakan secara daring kali ini menampilkan serangkaian perlombaan Capture the Flag berjenis jeopardy dan attack/defense, webinar tentang tren teknologi dan keamanan siber saat ini yang ditujukan kepada masyarakat umum.
 
Dengan semakin canggihnya teknologi informasi dan internet yang terus berkembang pesat, Frenky menyebut, Bank Sinarmas ingin terus meningkatkan pengamanan siber, termasuk dengan pembekalan pengetahuan tentang keamanan siber kepada masyarakat. 
 
"Terlebih lagi dengan adanya pembukaan tabungan secara online via SimobiPlus membutuhkan keamanan data nasabah sehingga Kerjasama dengan Politeknik Siber dan Sandi Negara ini menjadi sangat penting untuk menumbuhkan intelektual di bidang keamanan siber," tambah Frenky. 
 
Direktur Digital Banking Bank Sinarmas Soejanto Soetjijo mengatakan, sentuhan teknologi digital telah masuk ke dalam semua aspek kehidupan saat ini. Namun yang perlu disadari adalah adanya potensi ancaman siber yang semakin besar.
 
Untuk itu, ia menyebut, kolaborasi industri keuangan dengan berbagai pihak terkait keamanan siber menjadi penting. Salah satunyanya, ia berharap PSSN bisa melahirkan talenta IT yang bisa berkerja sama untuk membangun industri keuangan yang besar dan aman. 
 
"Dari sisi banking kita selalu ingin meningkatkan perangkat infrastruktur kita, tapi di sisi pengguna juga harus terus teredukasi, jadi dari hulu ke hilir begitu. Nah ini yang kita harapkan dari Wreck IT ini," jelasnya.
 
Baca juga: Program Digitalisasi Jokowi Buat Generasi Muda Semakin Berkembang

 
Direktur PSSN Tjahjo Khurniawan menuturkan, teknologi yang telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat harus diimbangi dengan kesadaran keamanan siber. Pasalnya pada 2021, pihaknya mencatat ada 1,6 miliar serangan siber di berbagai lintas sektor.
 
"Oleh karena itu, misi utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keamanan siber dan membangun talenta siber nasional," imbuhnya.
 
(END)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif