Gojek dinilai berhasil meninggalkan strategi bakar uang. Foto: Dok.MI
Gojek dinilai berhasil meninggalkan strategi bakar uang. Foto: Dok.MI

Gojek Dinilai Berhasil Tinggalkan Strategi Bakar Uang

Ekonomi startup gojek
Eko Nordiansyah • 16 November 2020 14:12
Jakarta: Kemampuan Gojek mencatatkan contribution margin positif dinilai sebagai keberhasilan perusahaan karya anak bangsa itu untuk meninggalkan strategi bakar uang. Strategi bakar uang memang identik di kalangan startup untuk mendorong keberlanjutan usahanya.
 
Pengamat ekonomi internasional Universitas Indonesia Fithra Faisal menilai Gojek sudah on the track dan fokus untuk mengembangkan bisnisnya. Menurut dia, Gojek sudah cukup berhasil meninggalkan strategi bakar uang karena banyak investor yang masuk untuk memperkuat ekosistem mereka.
 
"Mereka sudah berkembang baik, tidak hanya sebagai perusahaan transportasi tapi juga menjadi perusahaan layanan pesan-antar dan pembayaran digital terdepan di mana dua hal terakhir ini yang membuat mereka mampu survive saat pandemi sekaligus berhasil meninggalkan strategi bakar uang," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Senin, 16 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fithra melihat kemampuan pengembangan bisnis Gojek sangat tinggi, dengan Gojek selama ini telah mampu menangkap peluang pasar yang ada dan menghadirkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat. Kemampuan ini dinilai sangat penting, terutama di saat pandemi yang menuntut perusahaan berbasis informasi teknologi untuk memiliki portofolio yang beragam agar bisa survive.
 
"Banyak startup yang kesulitan di masa pandemi, seperti yang terkait transportasi dan travel yang harus bertumbangan. Namun Gojek sebagai super-app tidak memiliki satu layanan saja. Mereka mampu menerapkan strategi pivot dengan memperkuat layanan pesan-antar dan GoPay. Memang agar dapat bertahan di masa pandemi, mereka itu harus engage teknologi digital. Ini kuncinya," ungkapnya.
 
Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Nexticorn Daniel Tumiwa menilai pencapaian Gojek yang mencatatkan peningkatan marjin positif sebagai awal yang bagus. Ia menambahkan, pencapaian marjin positif oleh Gojek juga membuktikan pengelolaan fungsi yang jelas dari tiap biaya marketing yang dikeluarkan dan bisa terukur.
 
"Saya yakin Gojek melihat hasil sekarang sebagai konfirmasi dan validasi bahwa ini merupakan permulaan yang bagus. Ini berarti Gojek semakin berperan dan dibutuhkan," ujar dia.
 
Pada perayaan ulang tahun ke-10 Gojek, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengumumkan, perusahaan berhasil mencetak laba operasional di luar biaya headquarter (contribution margin positive) di tengah kondisi penuh tantangan dalam tahun ini. Dalam konteks ini, ia menjelaskan, setiap transaksi Gojek sudah menghasilkan cash flow yang belum dikurangi biaya headquarter.
 
"Investasi kan ada perpaduan pendanaan dari luar dan internal cash flow. Jika ada profit dari titik produk itu, investasi yang kami lakukan tidak hanya dari luar. Sejak tahun ini investasi bisa dihasilkan dari internal cash flow, ini penting sekali. Oleh karena itu, semakin besar cash flow internal, maka inovasi yang dilakukan tidak lagi terlalu terbebani pendanaan dari luar," jelasnya.
 
Gojek mengumumkan jika fundamental perusahaan di tahun ini semakin kuat didukung oleh total nilai transaksi di dalam platform Gojek group atau Gross Transaction Value (GTV) yang mencapai USD12 miliar sekitar Rp170 triliun. Pencapaian ini meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu.
 
Pencapaian ini didorong antara lain oleh transaksi dari pengguna aktif bulanan (monthly active users) Gojek yang telah mencapai 38 juta pengguna di seluruh Asia Tenggara. Sementara itu, GTV dari layanan pembayaran digital, GoPay, saat ini telah melampaui total GTV di masa pra-pandemi seiring dengan semakin banyaknya konsumen dan merchant yang beralih ke layanan digital dan bertransaksi secara online.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif