Freeport Indonesia. Foto : MI/Agus.
Freeport Indonesia. Foto : MI/Agus.

Effort Freeport Kembangkan Energi Terbarukan

Ekonomi Media Group Konvergensi MGN Media Group News Summit Indonesia 2021
Suci Sedya Utami • 28 Januari 2021 18:08
Jakarta: PT Freeport Indonesia (PTFI) mengaku sulit untuk menggunakan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dalam menjalankan operasional di tambangnya. Meski begitu, perusahaan ini terus berupaya menghasilkan energi yang efektif dan ramah lingkungan.
 
Direktur Utama PTFI Clayton Allen Wenas (Tony) mengaku sejak 2008 perusahaan telah melakukan studi untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Ia bilang ada sumber air sekitar 120 kilometer (km) dari wilayah kerja Freeport.
 
Namun, kata Tony, kajian tersebut terhenti hingga akhirnya Freeport mendapatkan izin perpanjangan kontrak kerja yang baru di 2018. Dengan mempertimbangkan izin operasional Freeport hingga 2041, akhirnya pembangunan PLTA tidak jadi karena memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bangun PLTA butuh 10 tahun waktu cukup lama. Waktu operasi PTFI hanya sampai 2041, berarti operasional PLTA hanya tujuh tahun. Jadi tidak ekonomis," kata Tony dalam Media Group News (MGN) Summit: Indonesia 2021, secara virtual di Jakarta, Kamis, 28 Januari 2021.
 
Setelah itu, Freeport mencoba mencari alternatif lain dengan menggunakan tenaga surya. Namun ternyata, panas sinar matahari tidak optimal di wilayah pertambangan karena hanya beberapa jam dalam sehari.
 
Selain itu, kata Tony, curah hujan di wilayah pertambangan Freeport merupakan yang tertinggi di dunia. Ia bilang, tambang Freeport lebih sering tertutup awan, sehingga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan hal yang sulit dilakukan.
 
"Jadi ini hal tidak mungkin dilakukan," sebut Tony.
 
Tony menambahkan pihaknya juga telah melakukan studi mengenai kemungkinan menggunakan tenaga bayu atau angin. Namun, angin di sana sedikit dan tidak konstan.
 
Sehingga, lanjut Tony, kini yang dilakukan perusahaan yakni bakal menambah listrik menggunakan campuran BBM dan gas atau Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMH).
 
"Nah, kalau pakai gas ini akan lebih bersih dan instalasinya lebih cepat. Sebab operasional kami hanya sampai 2021," jelas Tony.  
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif