Produksi RBD Palm Olein Lebih besar dari kebutuhan. Foto: Dok/Metro TV
Produksi RBD Palm Olein Lebih besar dari kebutuhan. Foto: Dok/Metro TV

GAPKI Desak Pemerintah Tidak Berlakukan Larangan Ekspor dalam Waktu Lama

Ekonomi minyak sawit Kelapa Sawit minyak goreng Gapki
MetroTV • 28 April 2022 21:54
Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengumumkan kebijakan larangan ekspor sawit. Sebelumnya, ia hanya melarang ekspor bahan baku minyak goreng RBD (Refined, Bleached, Deodorized) Palm Olein. Namun, pada Rabu, 27 April 2022 malam Airlangga merevisi pernyataannya menjadi larangan ekspor seluruh jenis sawit mulai dari Crude Palm Oil (CPO), Red Palm Oil (RPO), limbah sawit, hingga jelantah.
 
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) merespons kebijakan tersebut. GAPKI meminta agar aturan ini tidak berlangsung lama. Sebab, kebutuhan bahan baku minyak goreng sudah mencukupi dari produksi sawit dalam negeri.
 
“Sekretaris Jenderal GAPKI Eddy Martono menyatakan larangan ekspor sawit akan membuat stok bahan baku minyak goreng melimpah,” kata Presenter Metro TV Marvin Sulistio dalam tayangan Zona Bisnis di Metro TV, Kamis, 28 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2021, GAPKI mencatat produksi tandan buah segar (TBS) buah sawit sebanyak 234,44 juta ton. Dari angka tersebut, CPO yang diproduksi mencapai 52,09 juta ton sementara produksi RBD Palm Olein mencapai 22,47 juta ton. Tanpa larangan ekspor kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, sebab masyarakat hanya membutuhkan 8,3 juta ton RBD Palm Oil. (Hana Nushratu)
 
(MBM)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif