Pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan percepatan signifikan.
Pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan percepatan signifikan.

Pemulihan Sawah Terdampak Makin Cepat, 2.000 Hektare Pulih dalam 2 Pekan

Arif Wicaksono • 19 Mei 2026 18:08
Ringkasnya gini..
  • Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 18 Mei 2026 mencatat sebanyak 6.109 hektare sawah telah selesai direhabilitasi dari total target 42.702 hektare lahan terdampak di tiga provinsi.
  • Sebelumnya, pada 7 Mei 2026, luas sawah yang berhasil dipulihkan masih berada di kisaran 4.098 hektare. Kenaikan rehabilitasi lebih dari 2.000 hektare dalam waktu singkat tersebut mulai diikuti kembalinya aktivitas pertanian masyarakat di sejumlah daerah terdampak.
Jakarta: Pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan percepatan signifikan. Dalam waktu kurang dari dua pekan, lebih dari 2.000 hektare sawah berhasil direhabilitasi agar kembali dapat dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas pertanian.
 
Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 18 Mei 2026 mencatat sebanyak 6.109 hektare sawah telah selesai direhabilitasi dari total target 42.702 hektare lahan terdampak di tiga provinsi. Sebelumnya, pada 7 Mei 2026, luas sawah yang berhasil dipulihkan masih berada di kisaran 4.098 hektare.
 
Baca juga:  Evaluasi Kebijakan Pangan Nasional, Penguatan Petani Jadi Kunci Kedaulatan

Kenaikan rehabilitasi lebih dari 2.000 hektare dalam waktu singkat tersebut mulai diikuti kembalinya aktivitas pertanian masyarakat di sejumlah daerah terdampak. Sawah yang sebelumnya tertutup lumpur dan rusak akibat banjir kini perlahan kembali diolah dan ditanami oleh petani untuk menyambut musim tanam berikutnya.
 
Proses pemulihan tidak hanya difokuskan pada pembersihan lahan, tetapi juga perbaikan irigasi dan optimalisasi area pertanian agar sawah yang telah dipulihkan dapat kembali produktif secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat memulihkan sumber penghidupan pascabencana.

Sumatera Barat menjadi wilayah dengan progres rehabilitasi tertinggi. Dari target 3.902 hektare sawah terdampak, sebanyak 3.359 hektare telah berhasil dipulihkan. Sementara di Aceh, rehabilitasi telah menjangkau 1.532 hektare dari target 31.464 hektare. Adapun di Sumatera Utara, sebanyak 1.219 hektare sawah berhasil direhabilitasi dari target 7.336 hektare.
 
Percepatan pemulihan sektor pertanian tersebut turut didukung anggaran revitalisasi pertanian dan pembangunan infrastruktur irigasi senilai Rp877,126 miliar di tiga wilayah terdampak. Bantuan itu digunakan untuk rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, serta pembangunan jaringan irigasi guna mendukung pemulihan pertanian masyarakat.
 
Aceh menjadi wilayah dengan dukungan anggaran terbesar mencapai Rp371,57 miliar. Sementara Sumatera Utara menerima Rp287,72 miliar dan Sumatera Barat memperoleh Rp217,82 miliar untuk mempercepat pemulihan lahan dan infrastruktur pertanian terdampak bencana.
 
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan pemulihan sawah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat.
 
“Ini hal urgen, karena itu ada anggaran-anggaran dari kementerian dan lembaga, misalnya Menteri Pertanian itu lebih kurang hampir Rp900 miliar untuk irigasi pertanian, benih dan lain-lain,” ujar Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan