ilustrasi. (Media Indonesia).
ilustrasi. (Media Indonesia).

Kominfo Didorong Tarik Frekuensi Lebih Banyak dari Indosat H3I

Medcom • 19 November 2021 18:30
Jakarta: Kominfo didorong untuk menarik lebih banyak frekuensi dari perusahaan hasil merger Indosat dan H3I. Hal itu penting untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP).
 
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, jika Kominfo menarik frekuensi lebih banyak dari merger Indosat dan H3I, maka pemerintah bisa mendapat tambahan PNBP.
 
Jika mengacu harga lelang frekuensi 2017, pemenang lelang harus membayar tiga kali harga lelang yaitu Rp1,3 triliun dari harga lelang Rp423 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika Kominfo menarik 2x20 MHz, maka negara bisa mendapatkan PNBP Rp 5 triliun. Dana tersebut signifikan untuk PNBP. Jadi jangan hanya 2x5 MHz frekuensi yang diambil negara," kata Uchok, Jumat, 19 November 2021.
 
Menurut Uchok Kominfo harus mewajibkan Indosat dan H3I membangun lebih banyak dari yang disampaikan dalam proposal merger.
 
“Frekuensi milik Negara, Kominfo dapat memaksa perusahaan hasil merger untuk membangun di daerah Indonesia Timur yang saat ini belum tersedia jaringan. Indosat dan H3I jangan hanya membangun di daerah yang menguntungkan saja. Di sini pentingnya intervensi negara dalam mengatur pengelolaan sumberdaya terbatas," kata Uchok.
 
Uchok memprediksi jumlah pelanggan perusahaan hasil merger tersebut tidak akan sebanyak yang diperkirakan. Terlebih pemerintah membatasi satu NIK hanya boleh memiliki 3 no dalam satu operator.
 
Uchok memperkirakan akan banyak pelanggan Indosat dan H3I yang overlap. Banyak pelanggan dengan NIK yang sama memiliki nomor lebih dari tiga untuk Indosat dan H3I.
 
“Akan banyak pelanggan Indosat dan H3I yang berguguran. Karena pelanggannya turun, Pemerintah bisa menarik frekuensi yang dimiliki Indosat dan H3I,” ujarnya.
 
Uchok mencontohkan ketika XL dan Axis melakukan merger, Kominfo dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) merekomendasikan untuk menarik frekuensi perusahaan hasil penggabungan sebanyak 2x10 Mhz di pita 2100 MHz.
 
“Saat itu jumlah pelanggan XL dan Axis pasca merger dan cleansing (membersihkan pelanggan yang produktif) 60 juta. Sebab ketika operator hendak melakukan aksi korporasi, mereka menaikan jumlah pelanggannya,” kata Uchok.
 
(FZN)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif