Ilustrasi sawit. Foto: Ditjenbun Kementan.
Ilustrasi sawit. Foto: Ditjenbun Kementan.

Proyeksi Harga CPO di 2022, Masih di Atas USD1.000/Ton

Mercy Widjaja • 06 Desember 2021 12:31
Jakarta: Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) diperkirakan masih bertahan di atas USD1.000 per metrik ton pada 2022. Tren harga yang masih tinggi karena proyeksi permintaan CPO meningkat, sementara produksi masih cenderung stagnan.
 
Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang memprediksi harga CPO di kisaran USD1.000-USD1.250 per metrik ton.
 
"Harga (CPO) masih akan cukup tinggi sampai akhir 2021, dan bisa berlanjut sampai pertengahan 2022," ujar Togar, dalam Indonesian Palm Oil Conference and 2022 Price Outlook, dilansir dari Metro TV, Senin, 6 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan, kisaran harga CPO berdasarkan basis Free on Board (FOB) di Indonesia yakni USD1.000-USD1.250 per metrik ton.
 
"Saya sangat yakin harga bisa berada di atas USD1.000 sampai akhir 2022. Ini merupakan kabar baik untuk petani, tapi kurang baik untuk konsumen. Tentu perlu keseimbangan, supaya petani lebih sejahtera, pemasukan dan neraca dagang negara membaik, serta untuk kebutuhan konsumsi minyak goreng di Indonesia," paparnya.
 
Selain itu, lanjut dia, produksi CPO Indonesia tahun depan diproyeksikan naik hampir tiga persen menjadi 48 juta ton pada 2022.
 
Adapun dari sisi permintaan, konsumsi domestik untuk pangan berpeluang naik tiga persen menjadi 9,6 juta ton. Sementara permintaan CPO untuk industri oleokimia naik hampir dua persen menjadi 2,16 juta ton pada 2022.
 
Kenaikan konsumsi akan berasal dari biodiesel yang diperkirakan tumbuh hampir 14 persen menjadi 8,3 juta ton. Sementara untuk kebutuhan ekspor CPO, secara total diperkirakan naik 3,18 persen menjadi 34,4 juta ton.

Berikut data produksi CPO 2022:

  1. Produksi CPO 2019: 47,18 juta ton.
  2. Produksi CPO 2020: 47,03 juta ton.
  3. Produksi CPO 2021: 46,62 juta ton.
  4. Produksi CPO 2022: 48 juta ton.

Berikut permintaan CPO dalam negeri 2022:

  1. CPO untuk pangan 2022: 9,6 juta ton.
  2. CPO untuk industri oleokimia 2022: 2,16 juta ton.
  3. CPO untuk biodiesel 2022: 8,34 juta ton.

Proyeksi ekspor CPO 2022:

  1. Pada 2021: 33,37 juta ton.
  2. Pada 2022: 34,44 juta ton.

Kementerian Keuangan mencatat, kontribusi ekspor terbesar tahun ini berasal dari industri sawit, dengan sumbangan devisa mencapai USD21 miliar. Kedepannya, pemerintah mendorong hilirisasi produk sawit supaya lebih bernilai tambah dan mendorong stabilitas harga komoditas tersebut.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif