Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Menakar Seberapa Besar Work from Bali Mendongkrak Perekonomian

Annisa ayu artanti • 16 Juni 2021 16:29
Jakarta: Kebijakan Work from Bali (WFB) dinilai akan membangkitkan sektor ekonomi dan pariwisata Bali yang lumpuh dihantam pandemi covid-19.
 
CEO/Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah dalam menggeliatkan kembali sektor pariwisata yang merupakan roda perekonomian Bali dengan mewajibkan 25 persen aparatur sipil negara (ASN) di tujuh kementerian dan lembaga di bawah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk bekerja dari Bali mulai kuartal III-2021.
 
"Selain dari perspektif pemulihan ekonomi, kebijakan Work from Bali juga dapat dilihat dari bagaimana upaya lokasi pariwisata dapat tetap hidup dalam situasi covid-19. Diharapkan kebijakan ini berjalan dengan baik dan dapat diadaptasi di berbagai lokasi pariwisata lainnya di Indonesia untuk kembali berjalan normal dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai standar baru pelayanan pariwisata," kata Johanna dalam keterangan tertulis, Rabu, 16 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, sektor pariwisata berkontribusi besar terhadap ekonomi di Bali. Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat minus 9,3 persen pada tahun lalu, jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional pada 2020.
 
Secara psikologis, lanjut Johanna, kebijakan ini semakin memperlihatkan pariwisata di Pulau Dewata sudah terbiasa untuk siap dan disiplin menjalankan protokol kesehatan saat melayani para wisatawan sehingga menguatkan citra positif Bali, baik di mata wisatawan lokal maupun mancanegara.
 
"Work from Bali juga diharapkan mendorong tumbuhnya keyakinan dan kepercayaan bagi warga dunia bahwa Bali sudah aman untuk dikunjungi," imbuhnya.
 
Partner dan Head of Assurance Grant Thornton Indonesia Hanny Prasetyo menambahkan, jika dilakukan secara tepat Work from Bali juga mampu meningkatkan produktivitas ASN. Menurutnya, banyak hal-hal yang biasanya cukup membuat stres di Jakarta tidak ditemui di Bali, misalnya kemacetan dan polusi udara.
 
"Selain itu Bali menawarkan kemudahan akses ke tempat terbuka seperti pantai selepas bekerja. Namun tentu hal-hal positif ini harus disertai dengan disiplin diri dan pemahaman bahwa program ini bukanlah liburan namun kesempatan untuk bekerja dengan suasana berbeda dan menghasilkan produktivitas lebih baik sambil membantu perekonomian Bali yang kita cintai," jelas Hanny.
 
Menko Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mencanangkan program Work from Bali bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenko Marves dan tujuh kementerian atau lembaga di bawah koordinasinya.
 
Tujuh kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Kementerian Investasi.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif