Menteri BUMN Erick Thohir bersama Dirut Perum Bulog Budi Waseso saat meninjau gudang Bulog. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Dirut Perum Bulog Budi Waseso saat meninjau gudang Bulog. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Bulog Dibolehkan Ambil Untung, Tapi Tak Boleh Jadi Mafia

Suci Sedya Utami • 04 Maret 2020 15:47
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengunjungi Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Erick melakukan pengecekan terkait stok beras milik Bulog di tengah isu virus korona di Tanah Air.
 
Erick yang didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) berpesan agar Bulog tidak jadi mafia di tengah kebutuhan beras yang sedang meningkat akibat masuknya virus covid-19 ke Indonesia.
 
Ia bilang sebagai badan usaha, Bulog diperbolehkan untuk meraup untung. Namun, jangan juga membuat rakyat dan para petani tertekan.

"Boleh untung, tapi enggak boleh dimafiakan. Ketika rakyat butuh harga dimahalkan, ketika panen hasil petani dibeli dengan harga murah," kata Erick, Rabu, 4 Maret 2020.
 
Erick mengatakan di setiap bisnis pasti ada mafia. Oleh karenanya ia ingin menyadarkan dengan memperbaiki sistem distribusi pasokan.
 
Dirinya bilang apabila datang musim panen yang diperkirakan pada akhir bulan ini, petani tidak boleh dikorbankan. Ia juga berpesan agar rakyat membeli dengan harga yang baik, namun bukan berarti harga bisa dinaikkan oleh distributor dengan lonjakan yang signifikan.
 
"Kita ingin menyadarkan boleh berbisnis, boleh untung tapi jangan petani dihancurkan pendapatannya, jangan rakyat disuruh beli mahal-mahal," jelas Erick.
 
Sementara itu, Buwas mengatakan saat ini stok beras mencapai 1,6 juta ton yang tersimpan di 1.647 unit gudang-gudang Bulog yang tersebar di seluruh Indonesia. Ketersediaan stok beras akan terus bertambah mengingat akan memasuki musim panen raya sehingga pasokan beras betul-betul aman tersedia bagi kebutuhan masyarakat dalam situasi apapun.
 
Khusus untuk Gudang Bulog di Jakarta, stok beras yang dikuasai ada sebanyak 334 ribu ton, ini merupakan posisi gudang dengan penguasaan stok terbesar kedua di Indonesia setelah gudang Jawa Timur.
 
Lebih lanjut, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu mengatakan setiap bulan Bulog mengeluarkan beras public service obligation (PSO) atau subsidi sekitar 150 ribu ton. Bulog juga melakukan operasi pasar menggandeng ritel menjual beras murah. Namun, dia memastikan bukan berarti kualitas berasnya rendah.
 
"Bisa dicek, itu yang kita taruh di Alfamart, Indomaret termasuk di online bukan beras jelek, itu dijual dengan murah. Masyarakat enggak usah panik, itu sudah melalui rice to rice," jelas Buwas.  

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan