Ilustrasi. Foto: Antara/Aprilio Akbar
Ilustrasi. Foto: Antara/Aprilio Akbar

Pandemi, Elnusa Revisi Belanja Modal Jadi Rp800 Miliar

Annisa ayu artanti • 22 Juli 2020 17:57
Jakarta: Emiten jasa energi, PT Elnusa Tbk (ElSA) melakukan revisi rencana kerja, termasuk belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan tahun ini sebagai imbas dari triple shock.
 
Direktur Utama Elnusa Ali Mundakir mengatakan, industri migas terhantam triple shock mulai dari penurunan harga minyak dunia yang berimbas pada penurunan aktivitas migas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), penurunan konsumsi BBM nasional akibat pandemi covid-19, hingga pelemahan nilai tukar rupiah.
 
"Triple shock yang ada menekan kinerja banyak perusahaan jasa migas, baik level nasional maupun global. Terutama karena penurunan harga minyak dan pandemi covid-19, perusahan jasa migas global telah merevisi target kinerjanya. Oleh karenanya adalah wajar bila kami juga melakukan penyesuaian target kinerja atau turun sebesar dua persen dari target awal tahun," kata Ali dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 22 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, secara global banyak perusahan yang hanya mengandalkan jasa hulu migas mengalami dampak penurunan yang signifikan. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa mengurangi jumlah karyawan untuk dapat bertahan.
 
"Kendati demikian, Elnusa yang memiliki pondasi kuat struktur bisnis dan dengan portofolio yang lengkap dari jasa hulu migas hingga jasa hilir migas sangat optimis akan menunjukan kinerja yang positif. Hal ini karena walau terdapat tekanan pada satu segmen, segmen lainnya akan menopang kinerja konsolidasi Elnusa," ucapnya.
 
Secara konsolidasi, Elnusa ditopang oleh tiga segmen yaitu jasa hulu migas, jasa distribusi dan logistik energi, serta jasa penunjang. Jadi, meskipun di sektor hulu terjadi penurunan aktivitas, jasa hulu migas berbasis non-aset (EPC-OM) tetap menunjukkan daya tahan.
 
Pertumbuhan pendapatan yang berasal dari lini jasa ini tetap positif. Begitu pula dengan segmen jasa distribusi dan logistik energi, kinerja pada lini bisnis transportasi BBM maupun pengelolaan depo tetap stabil.
 
Tak hanya merevisi target kinerja, Elnusa juga menurunkan rencana belanja modal. Ali menyebutkan, Elnusa pun perlu melakukan penyesuaian biaya investasi di tengah situasi ini.
 
"Kami perlu mengkaji ulang dan menetapkan skala prioritas. Oleh karenanya kami melakukan revisi rencana belanja modal menjadi Rp800 miliar dari rencana awal Rp1,4 triliun," imbuh Ali.
 
Dalam menghadapi situasi ini, Elnusa akan mengembangkan portofolio bisnis ke depan yang lebih berimbang antara sektor jasa hulu migas dan jasa hilir migas.
 
Investasi jasa hulu migas akan lebih diutamakan pada jasa yang dapat langsung bisa menghasilkan pendapatan usaha seperti jasa hulu migas berbasis non-aset (EPC-OM).
 
Sementara pada sektor hilir migas, investasi akan difokuskan pada penguatan sarana serta fasilitas depo BBM dalam rangka menunjang Pertamina, khususnya untuk penyaluran BBM dan Elpiji di luar Pulau Jawa.
 
"Dengan proporsi yang tepat, kami meyakini Elnusa akan lebih agile dan fleksibel kedepannya dalam menghadapi situasi krisis seperti saat ini," pungkasnya.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif