Asal tau saja kabar mengenai Strava sebagai pemungut pajak sempat ramai diperbincangkan publik beberapa waktu lalu. Tak sedikit pengguna yang bertanya-tanya apakah kebijakan tersebut akan membuat biaya langganan aplikasi kebugaran itu menjadi lebih mahal.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Strava memastikan pengguna di Indonesia tidak perlu khawatir.
Platform kebugaran global itu menegaskan harga langganan tidak akan mengalami kenaikan meski kini berkewajiban memungut PPN sesuai ketentuan pemerintah.
| Baca juga: Boleh Pungut PPN, Berapa Harga Langganan Strava Sekarang? |
Harga langganan dan layanan gratis tetap sama
Juru bicara Strava mengatakan pihaknya akan melakukan penyesuaian imbas dari kebijakan tersebut. Namun tidak mengubah biaya berlangganan.Pasalnya, Strava memiliki peran penting dalam menghubungkan komunitas di seluruh Indonesia yang memiliki semangat untuk aktif bersosialisasi melalui olahraga dan aktivitas fisik lainnya.
"Kami berencana menyesuaikan diri dengan kebijakan baru ini dengan menyerap secara langsung biaya tambahan akibat penerapan PPN tersebut. Tidak akan ada kenaikan harga berlangganan Strava, dan layanan gratis kami juga akan tetap tidak berubah," katanya dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurutnya, melalui langkah ini merupakan cara terbaik untuk mendukung misi Strava dalam membantu masyarakat Indonesia menjalani kehidupan yang lebih aktif dan sehat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda