Hal menandai kesiapan infrastruktur pendukung untuk melayani penerbangan secara reguler.
Pengisian avtur perdana dilakukan pada pesawat jenis ATR dan berlangsung aman serta lancar dengan mengacu pada standar keselamatan dan prosedur operasional yang berlaku.
Pada tahap awal, Bandara Notohadinegoro direncanakan melayani lima kali penerbangan per pekan dengan rute Jember-Jakarta dan Jember-Bali pulang-pergi.
Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, menegaskan kehadiran layanan energi di Jember merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung industri penerbangan nasional dan pengembangan wilayah.
"Pertamina Patra Niaga akan selalu hadir mendukung industri penerbangan Indonesia sebagai satu ekosistem. Kami juga berkomitmen mendorong pengembangan wilayah Jember, mudah-mudahan lewat kemudahan konektivitas ke Jember ini dapat membuka peluang peningkatan area pariwisata, industri dan investasi serta bisnis di Jawa Timur, khususnya di daerah Jember," kata Alimuddin dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 Januari 2026.
| Baca juga: Pertamina Pastikan Penyaluran BBM Aman Pasca Kebakaran Kilang Dumai |
Akses udara dorong pertumbuhan ekonomi Jember
Anggota DPR RI Komisi VI, Kawendra Lukistian, menilai kehadiran layanan avtur di Bandara Notohadinegoro menjadi langkah penting dalam membuka akses ekonomi bagi Kabupaten Jember.Menurutnya, konektivitas udara yang terjangkau dan efisien akan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Karena andaikan kita bisa optimal melayani penerbangan di sini, tentu kita bisa mengakses berbagai pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih baik lagi ke depannya,” ujar Kawendra
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa pengisian avtur perdana ini merupakan langkah strategis untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan di Bandara Notohadinegoro.
Dengan tersedianya fasilitas pengisian bahan bakar di lokasi, maskapai tidak lagi harus mengisi avtur di bandara lain.
“Jadi kalau kemarin pesawat habis bahan bakarnya, pesawat harus mengisi di Bali atau di Halim, Jakarta. Hari ini sudah bisa langsung mengisi di Bandara Jember,” terang Fawait.
Ia menambahkan, keberadaan fasilitas ini akan memperkuat peran Bandara Notohadinegoro sebagai simpul transportasi udara regional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di Jember.
“Kita tidak berhenti berikhtiar untuk terus memajukan Kabupaten Jember, termasuk bagaimana menyambungkan Kabupaten Jember dengan pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dan itu dimulai dari Jakarta dan ke Bali,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News